Bupati Gowa Tegaskan Pemerintah Hadir untuk Melayani, Bukan Dilayani

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, saat menghadiri dialog publik “Ngopi Awal Tahun” yang digelar Sun Squad Institute (SSI) di Jalan Singa, Makassar, Senin (12/1/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Gowa

Untuk memastikan pelayanan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, Pemkab Gowa fokus pada tiga sektor utama: pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan.

Jejakfakta.com, GOWA – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Pernyataan ini disampaikan dalam dialog publik “Ngopi Awal Tahun” yang digelar Sun Squad Institute (SSI) di Jalan Singa, Makassar, Senin (12/1/2026).

Bertema “Sinergitas Pemerintah Daerah dalam Sentuhan Langsung kepada Masyarakat”, dialog ini menjadi ruang diskusi interaktif antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat untuk membahas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

“Prinsip yang harus kita pegang adalah pemerintah hadir bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Pelayanan publik adalah wajah negara yang pertama kali dirasakan masyarakat,” tegas Bupati Talenrang.

Baca Juga : Upacara HUT Otda ke-30, Sekda Luwu Timur Ajak Perkuat Kolaborasi Pembangunan Daerah

Ia menambahkan, kualitas pelayanan pemerintah menentukan tingkat kepercayaan masyarakat, sehingga pemerintah tidak hanya hadir melalui kebijakan, tetapi juga turun langsung untuk mendengar dan merespon kebutuhan warga.

Untuk memastikan pelayanan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, Pemkab Gowa fokus pada tiga sektor utama: pendidikan, kesehatan, dan administrasi kependudukan.

Selain itu, Bupati Talenrang memaparkan strategi penanggulangan kemiskinan ekstrem, dengan tiga langkah utama:

  1. Akurasi data melalui pemanfaatan data P3KE agar intervensi tepat sasaran.
  2. Intervensi spesifik, mulai dari bantuan tunai hingga pemberdayaan UMKM, alat pertanian/perikanan, dan pelatihan keterampilan masyarakat.
  3. Kolaborasi lintas sektor, melibatkan SKPD, Baznas, dan berbagai pihak terkait agar program berjalan terintegrasi.

Baca Juga : Bupati Gowa Tegaskan Peran Strategis Perempuan di Talkshow “Makkunrai”

“Alur program ini seperti pendampingan kasus. Dimulai dari keluarga miskin ekstrem, dilakukan asesmen menyeluruh, kemudian dipasangkan dengan Orang Tua Asuh untuk menentukan bentuk intervensi yang paling tepat,” jelasnya.

Program ini diharapkan dapat menekan angka kemiskinan ekstrem sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.

Dialog publik ini juga menghadirkan Bupati Maros, Chaidir Syam, yang menekankan pentingnya sinergi antar pemerintah daerah dalam mencari solusi atas persoalan daerah.

Baca Juga : Lepas 387 JCH Kloter Pertama, Bupati Gowa Titip Doa untuk Kemajuan Daerah

“Tempat ini menjadi ruang kolaborasi. Di sinilah kita mencari jalan terbaik untuk mengentaskan persoalan yang kita hadapi bersama,” ujarnya.

Acara dipandu moderator Rijal Jamal, dengan panelis Harmansyah dan Prof. Zakir Sabara, menegaskan dialog ini sebagai sarana inovatif membangun hubungan pemerintah–masyarakat yang lebih dekat dan transparan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru