Google Alphabet Susul Microsoft PHK Belasan Ribu Pegawai

Kantor Google di AS (Dok. Jejakfakta.com/google)

PHK tidak cuma dilakukan untuk pegawai Alphabet di Amerika, melainkan secara global, dan langsung dilakukan saat ini.

Microsoft mengumumkan akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 10 ribu pekerjanya. Sehari setelahnya, disusul induk Google Alphabet, juga melakukan terhadap 12 ribu pegawainya, atau sekitar 6% dari total pegawainya di seluruh dunia.

Dalam memo yang dikirimkan ke para pegawai, CEO Alphabet Sundar Pichai, seperti dilansir dari detik|NET disebutkan, PHK itu terpaksa dilakukan Google karena kondisi ekonomi saat ini.

Pinchai menyebut, dirinya bertanggung jawab penuh atas kondisi tersebut. Pasalnya mereka terlalu banyak merekrut pegawai dalam beberapa tahun belakangan, yang dilakukan karena kondisi ekonomi saat itu berbeda dengan saat ini.

Baca Juga : Jusuf Kalla Bahas Konflik Timur Tengah Bersama Mantan Dubes, Dampaknya ke Ekonomi Global dan Peran Diplomasi Indonesia

PHK di Alphabet ini tersebar di berbagai divisi yang ada di induk Google tersebut, termasuk bagian perekrutan dan korporat, juga tim engineering dan produk.

PHK ini juga tidak cuma dilakukan untuk pegawai Alphabet di Amerika, melainkan secara global, dan langsung dilakukan saat ini.

Pegawai yang terkena PHK sudah dikirimi email oleh Alphabet, meski prosesnya mungkin akan lebih lama di negara-negara tertentu karena aturan ketenagakerjaan yang berbeda di masing-masing negara.

Baca Juga : SBIPE Kecam PHK Sepihak 350 Buruh oleh PT Huadi, Gelar Aksi Protes di Bantaeng

Alphabet merupakan salah satu dari lima perusahaan besar teknologi di Amerika Serikat, yang mengalami perunan profit besar selama periode Oktober-Desember 2022, dan bakal melakukan berbagai penyesuaian di dalam perusahaannya itu.

Selain Alphabet, sebut saja Meta, Amazon, Apple dan Microsoft. Dari semuanya itu, Meta dan Amazon diperkirakan akan mencatatkan penurunan yang terbesar.

Para analis sudah menurunkan proyeksi pemasukan total dari ke-5 perusahaan tersebut, dengan besaran hingga 5% untuk rentang waktu Oktober hingga Januari.

Baca Juga : Makassar Siap Jadi Pusat Inovasi Digital Nasional Bersama Apple Developer Academy

"Saya memperkirakan tak akan ada kabar bagus untuk sementara, setidaknya selama tiga kuartal ke depan. Saya juga memperkirakan lebih banyak PHK yang terjadi," kata Siddharth Singhai, chief investment officer di perusahaan investasi Ironhold Capital. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru