Pj Sekda Lutim Kukuhkan 41 Alumni Sekolah Budaya, Regenerasi Pelestari Budaya Luwu Diperkuat
Ramadhan Pirade menyampaikan apresiasi kepada para pengajar dan pengelola Sekolah Budaya Luwu I La Galigo yang telah mendedikasikan diri dalam pelestarian budaya daerah.
Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Upaya menjaga eksistensi budaya Luwu terus diperkuat melalui regenerasi pelestari budaya. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur kembali menunjukkan komitmennya dengan mengukuhkan 41 alumni Sekolah Budaya Luwu I La Galigo Cabang Luwu Timur Angkatan II Tahun 2025.
Pengukuhan tersebut dilakukan langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Ramadhan Pirade, dalam kegiatan Mappatemme Sikolah yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Malili, Rabu (14/01/2026).
Dalam sambutannya, Ramadhan Pirade menegaskan bahwa Kabupaten Luwu Timur yang dikenal sebagai Bumi Batara Guru memiliki warisan budaya bernilai tinggi yang menjadi tanggung jawab bersama untuk dilestarikan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi muda.
Baca Juga : Wabup Gowa Titip Pesan Pelestarian Budaya ke Lintas Ormas
“Alumni Sekolah Budaya Luwu I La Galigo ini adalah generasi penerus yang memiliki peran strategis dalam menjaga, merawat, dan membawa budaya Luwu ke arah yang lebih maju,” ujar Ramadhan.
Ia menyebutkan, penyelenggaraan Sekolah Budaya Luwu I La Galigo yang kini memasuki angkatan kedua menjadi wadah penting bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal lebih dalam nilai-nilai luhur budaya Luwu yang sarat dengan kearifan lokal.
“Melalui sekolah budaya ini, kita tidak hanya belajar sejarah dan tradisi, tetapi juga membangun rasa bangga dan tanggung jawab terhadap identitas sebagai orang Luwu,” jelasnya.
Baca Juga : Kolaborasi Jadi Kunci, Lutim Dorong Pelestarian Budaya sebagai Arah Pembangunan Berkelanjutan
Pj Sekda juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, terutama para pengajar dan pengelola Sekolah Budaya Luwu I La Galigo yang telah mendedikasikan diri dalam pelestarian budaya daerah.
Menurutnya, keberadaan sekolah budaya menjadi solusi dalam menghadapi tantangan globalisasi agar masyarakat tidak tercerabut dari akar budayanya. Bahkan, pelestarian budaya Luwu dinilai memiliki potensi besar sebagai pendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.
“Sinergi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting. Jika kita bersatu dan bergotong royong, Insya Allah berbagai persoalan di Kabupaten Luwu Timur dapat kita selesaikan bersama,” tutup Ramadhan.
Baca Juga : Adat Jadi Perekat, Bupati Irwan Dorong Persatuan di Musyawarah Besar Padoe
Pada kesempatan tersebut, 12 lulusan terbaik juga menerima penghargaan yang diserahkan oleh Opu Mincara Burau, Andi Bintang Aras, didahului pembacaan Surat Keputusan oleh Erniwati.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua II DPRD Luwu Timur Harisah Suharjo, Anggota DPRD Erni Malape, Sekretaris DPRD Alamsyah Parkesi, Kabag Ops Polres Lutim Andi Yusuf, perwakilan Mincara Malili, Kadis Kominfo SP Andi Tabacina Ahmad, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Raodah K, Kepala Dinas PMD Rapiuddin Tahir, Ketua DWP, Ketua Bhayangkari, Camat Malili, perwakilan PT Vale, Ketua Yayasan Wanua Tana Luwu, serta kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Luwu Timur. (diolah dari sumber: ikp-humas/kominfo-sp)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News