Uceng Jadi Guru Besar UGM, Soroti Lemahnya Independensi Lembaga Negara
Zainal Arifin Mochtar menekankan pentingnya menjaga independensi lembaga yudisial dan lembaga negara unelected sebagai pengimbang kekuasaan eksekutif dan legislatif.
Jejakfakta.com, YOGYAKARTA – Akademisi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Kelembagaan Negara di Balai Senat UGM, Sleman, Yogyakarta, pada Kamis (15/1/2026).
Upacara pengukuhan dihadiri tokoh nasional seperti mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan politikus PDI Perjuangan Ganjar Pranowo, serta disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi UGM.
Acara dimulai dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, kemudian Zainal yang akrab disapa Uceng berjalan ke mimbar untuk menyampaikan pidato pengukuhan berjudul:
Baca Juga : Jusuf Kalla Resmikan Masjid As Sholihin Yokohama, Dorong Masjid Jadi Pusat Persatuan Diaspora
“Konservatisme yang Menguat dan Independensi Lembaga Negara yang Lemah: Mencari Relasi dan Mendedah Jalan Perbaikan.”
Dalam pidatonya, Zainal menyoroti fenomena konservatisme global yang ikut memengaruhi lembaga-lembaga negara. Ia menekankan pentingnya menjaga independensi lembaga yudisial dan lembaga negara unelected sebagai pengimbang kekuasaan eksekutif dan legislatif.
“Asumsi dasarnya adalah dunia yang bergerak semakin konservatif telah ikut mempengaruhi lembaga-lembaga negara yang tergerus independensinya,” ujar Zainal.
Baca Juga : Jusuf Kalla Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Bareskrim
“Yang dimaksud pelemahan independensi adalah lembaga yudisial dan lembaga-lembaga negara independen,” tambahnya.
Uceng juga menyampaikan rasa terima kasih kepada rekan-rekan akademisi, keluarga, dan mendiang ayahnya, Kiai Haji Muchtar Husein, yang menurutnya menjadi inspirasi dalam berpidato dan berkarya.
“Hampir seluruh kemampuan saya berdiri di atas mimbar, menyampaikan pidato, baik lisan maupun tulisan, adalah hasil didikan beliau. Sebelum wafat, beliau minta saya menuntaskan Guru Besar, dan Alhamdulillah, hari ini tercapai,” ujarnya.
Baca Juga : Hangatnya Silaturahmi di Rumah JK, Aliyah: Teladan Kebersamaan yang Terus Hidup
Prosesi pengukuhan ditutup dengan pengalungan samir Guru Besar oleh Ketua Dewan Guru Besar UGM beserta jajaran, menandai secara resmi pencapaian akademik Zainal Arifin Mochtar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News