Hari Ketiga Pencarian ATR 42-500, 34 Tim Khusus Evakuasi Diterjunkan Dipimpin Warga Lokal
Selain fokus pada evakuasi korban yang telah ditemukan, tim juga melanjutkan pencarian terhadap kemungkinan korban lainnya.
Jejakfakta.com, PANGKEP – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan hilang kontak masih terus berlanjut hingga hari ketiga. Pada Senin pagi (19/1/2026), sebanyak 34 personel Tim SAR Gabungan kembali diterjunkan untuk mengevakuasi satu korban yang telah ditemukan di kawasan Puncak Bulusaraung, wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan proses evakuasi korban dilanjutkan pagi hari dengan menggunakan jalur darat berdasarkan petunjuk warga setempat. Hal ini dilakukan karena upaya evakuasi melalui udara sebelumnya terkendala cuaca ekstrem dan kondisi medan.
“Tim SAR gabungan sekitar delapan orang saat ini masih bertahan di lokasi. Kemarin kami mencoba mengangkat korban dari atas, namun tidak memungkinkan karena cuaca. Sehingga diputuskan evakuasi melalui jalur darat yang dipandu masyarakat setempat,” ujar Andi Sultan saat ditemui di Posko AJU Basarnas, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.
Baca Juga : Pangkep Urutan Keenam di MTQ ke-34 Sulsel, Loloskan Empat Wakil ke MTQ Nasional
Ia menjelaskan, total 34 personel SAR gabungan diberangkatkan pada Senin pagi. Selain fokus pada evakuasi korban yang telah ditemukan, tim juga melanjutkan pencarian terhadap kemungkinan korban lainnya.
“Sebanyak 34 orang diberangkatkan hari ini, dipimpin warga lokal yang sebelumnya menemukan titik korban. Sampai saat ini baru satu korban yang ditemukan, belum ada tambahan,” jelasnya.
Menurut Andi, jalur evakuasi yang ditempuh tergolong ekstrem karena wilayah tersebut jarang dilalui warga dan tidak terdapat area perkebunan.
Baca Juga : 9 Peserta Kafilah Pangkep Lolos Final MTQ ke-34 Sulsel, Tilawah Remaja Andalkan Ma'rifah dan Ahyar
“Medannya cukup terjal dan ekstrem, sehingga proses evakuasi membutuhkan kehati-hatian ekstra,” tambahnya.
Sementara itu, Asisten Rem 141/Toddopuli Kodam XIV/Hasanuddin, Kolonel Inf Abi Kusnianto, mengungkapkan bahwa empat tim gabungan juga diturunkan dari jalur selatan melalui wilayah Maros untuk menyisir area dasar tebing.
“Posisi ketinggian berbentuk terjal dan baru landai di bagian bawah. Serpihan pesawat sangat mungkin jatuh ke dasar tebing. Karena itu, kami mengirim empat tim gabungan dari SAR, Basarnas, TNI, Polri, Polhut, dan masyarakat sebagai penunjuk jalan,” ujarnya.
Baca Juga : Peringatan HUT ke-66 Pangkep: Sinergi Wujudkan Sumber Daya Kompetitif Menuju Pangkep Hebat Berkelanjutan
Keempat tim tersebut dilengkapi peralatan SAR modern dan personel yang memiliki keahlian khusus, dengan harapan proses pencarian dan penemuan korban dapat berjalan maksimal.
Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan bahwa evakuasi direncanakan melalui jalur udara maupun darat, menyesuaikan kondisi lapangan.
“Opsi evakuasi hari ini adalah menggunakan helikopter Caracal dengan metode hoist apabila memungkinkan. Jika kondisi udara tidak mendukung, evakuasi akan dilakukan melalui jalur darat oleh tim SAR gabungan,” tegasnya.
Baca Juga : Irwan Turun Langsung Cek Pemondokan, Pastikan Kafilah Lutim Siap Tampil Maksimal di MTQ Sulsel
Selain mengevakuasi korban, Basarnas juga akan melakukan pengangkatan bagian pesawat guna mendukung proses investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
“Evakuasi tidak hanya terhadap korban, tetapi juga body part pesawat yang diperlukan untuk kepentingan investigasi,” tambah Syafii.
Operasi SAR ini melibatkan ribuan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, potensi SAR, serta relawan, dengan dukungan peralatan darat, udara, dan teknologi komunikasi lapangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News