Menembus Hutan dan Tebing, Prajurit Hasanuddin Evakuasi Satu Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500
Proses pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat medan yang sangat berisiko.
Jejakfakta.com, PANGKEP — Prajurit TNI Angkatan Darat dari Kodam XIV/Hasanuddin yang tergabung dalam tim Search and Rescue (SAR) berhasil menemukan satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).
Korban ditemukan setelah prajurit harus menembus medan ekstrem berupa hutan lebat, jalur berbatu, serta tebing curam dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah. Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki dan saat ini tengah dalam proses evakuasi menuju posko aju untuk penanganan lebih lanjut.
Komandan tim SAR dari unsur TNI AD Kodam XIV/Hasanuddin, Letkol Inf Andi Rahmat, mengatakan bahwa proses pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat medan yang sangat berisiko.proses pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat medan yang sangat berisiko.
Baca Juga : Gowa Siap All Out! 16 Titik Lahan Disiapkan untuk Koperasi Merah Putih, Dorong Ekonomi Desa
“Medan yang kami hadapi sangat berat, mulai dari jalur sempit, hutan rapat, hingga tebing yang cukup curam. Namun, berkat kerja sama dan semangat pantang menyerah, satu korban berhasil kami temukan,” ujarnya di lokasi operasi.
Ia menambahkan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung.
“Arahan pimpinan sangat jelas, keselamatan prajurit harus tetap diutamakan tanpa mengurangi semangat kemanusiaan untuk menemukan para korban,” tambahnya.
Baca Juga : Basarnas Percepat Evakuasi di Bulusaraung, Dua Paket Tiba di Base Ops, Total Temuan Capai 11 Paket
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari arahan dan dukungan moril Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, yang terus memantau perkembangan operasi dan memberikan motivasi kepada seluruh personel di lapangan.
“Saya tekankan kepada seluruh prajurit agar tetap waspada, bekerja secara profesional, dan tidak memaksakan diri di medan yang berbahaya. Tugas ini adalah misi kemanusiaan yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” tegas Pangdam dalam keterangannya.
Koordinasi yang solid antara TNI AD, Basarnas, Polri, dan unsur terkait lainnya dinilai menjadi kunci kelancaran operasi SAR di wilayah pegunungan Bulusaraung. Hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan guna memastikan tidak ada korban lain yang terlewat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News