Makassar Tembus Panggung Dunia, Program RISE Antar Kota Daeng Masuk 5 Besar Proyek Kesehatan Lingkungan Global
Film pendek tentang program RISE Makassar akan ditayangkan dalam acara khusus di New York sebelum pemenang diumumkan.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Kota Makassar kembali mencatatkan prestasi kelas dunia. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, kota ini berhasil menembus jajaran lima kota terbaik dunia dari sekitar 300 kota global dalam program kesehatan lingkungan berkelanjutan.
Prestasi tersebut diraih melalui Program RISE (Revitalizing Informal Settlements and Their Environment), yang kini masuk tahap finalisasi World Resources Institute (WRI) Ross Center Prize for Cities, sebuah penghargaan internasional bergengsi yang menilai inovasi kota dalam menciptakan lingkungan sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung di New York City (NYC) pada April 2026.
Baca Juga : Kado Hardiknas 2026, Munafri Tingkatkan Insentif Guru dan Fasilitas Siswa di Makassar
Informasi resmi ini disampaikan oleh tim RISE kepada Wali Kota Makassar, Minggu (25/1/2026).
“Kota Makassar masuk dalam lima kota terpilih dari 300 kota dunia untuk program kesehatan lingkungan. Program ini telah lolos seleksi dan akan diumumkan di New York pada April 2026,” demikian pesan yang diterima Pemerintah Kota Makassar.
Capaian ini menjadi semakin istimewa karena diraih saat Munafri Arifuddin baru sekitar satu tahun memimpin Makassar, sejak dilantik bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham pada 20 Februari 2025.
Baca Juga : Pimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional, Munafri Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas
Dalam waktu relatif singkat, Makassar berhasil menempatkan diri sejajar dengan kota-kota dunia yang berkomitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya pada sektor sanitasi, air bersih, kesehatan lingkungan, dan penataan kawasan permukiman.
Program RISE tidak hanya fokus pada perbaikan sanitasi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat, peningkatan akses air bersih, pengendalian kontaminasi lingkungan, hingga penguatan ketahanan kawasan permukiman informal.
Program ini dinilai berhasil menunjukkan dampak nyata bagi warga, khususnya di wilayah Untia dan Bone Lengga, yang menjadi lokasi implementasi RISE di Kota Makassar.
Baca Juga : Munafri Genjot Urban Farming dari Lorong ke Kota, Targetkan Makassar Mandiri Pangan
Sebelumnya, Selasa (13/1/2026), Wali Kota Makassar memaparkan berbagai program unggulan Pemkot Makassar dalam wawancara langsung bersama World Resources Institute (WRI) Ross Center dan Program RISE Indonesia, yang dipimpin oleh Diego Rivera dari Monash University.
Paparan tersebut menyoroti upaya Makassar dalam mengatasi persoalan klasik perkotaan seperti banjir, keterbatasan air minum, sanitasi, dan dampaknya terhadap kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.
Menurut Diego Rivera, dari ratusan proyek global yang dinilai, hanya lima proyek terbaik yang masuk tahap akhir. Tim WRI bahkan melakukan kunjungan lapangan langsung ke Makassar, lengkap dengan kru film profesional untuk mendokumentasikan dampak program.
Baca Juga : Krisis Air Utara Makassar: Direksi Baru PDAM Tancap Gas, Distribusi Dikebut Jelang Kemarau
“Makassar adalah salah satu dari lima proyek global yang dinilai memiliki dampak signifikan dalam memperbaiki kota-kota di dunia,” ujar Diego.
Film pendek tentang program RISE Makassar akan ditayangkan dalam acara khusus di New York sebelum pemenang diumumkan.
Menanggapi capaian tersebut, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi dan rasa bangga. Ia menegaskan bahwa pengakuan internasional ini merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Makassar.
Baca Juga : Makassar Siap Jadi Panggung Nasional, Pembukaan MTQ KORPRI 2026 Ditarget Spektakuler di Karebosi
“Proyek ini sangat baik dan bisa menjadi latihan penting untuk diterapkan di wilayah lain. Kami siap mendukung sepenuhnya,” tegas Appi.
Ia juga menyebut Makassar berpotensi menjadi model nasional dalam pengembangan kawasan permukiman sehat dan berkelanjutan.
“Makassar bisa menunjukkan jalan bagi kota-kota lain di Indonesia. Kami bangga Makassar ditampilkan di panggung dunia,” tutupnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News