Makassar Jadi Episentrum Solusi Kesehatan Anak APEC, Munafri Dorong Rekomendasi Nyata untuk Generasi Sehat

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, saat menyambut langsung para delegasi dan peserta workshop dari berbagai negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dalam jamuan resmi di Baruga Anging Mamiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu malam (21/1/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa investasi berkelanjutan pada tenaga kesehatan merupakan kunci pembangunan masa depan.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Kota Makassar kembali menegaskan posisinya di panggung internasional. Kali ini, ibu kota Sulawesi Selatan itu dipercaya menjadi tuan rumah Workshop on Managing Child Health for Healthcare Workforce yang dirangkaikan dengan Gala Dinner APEC, menjadikan Makassar sebagai pusat diskusi strategis kesehatan anak di kawasan Asia Pasifik.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menyambut langsung para delegasi dan peserta workshop dari berbagai negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dalam jamuan resmi di Baruga Anging Mamiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu malam (21/1/2026).

Dalam sambutannya, Munafri—yang akrab disapa Appi—menegaskan bahwa forum internasional ini sejalan dengan visi pembangunan Makassar Menuju MULIA (Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan).

Baca Juga : Lari, Gowes, hingga Lapor Jalan Rusak Bisa Dapat Hadiah dari Pemkot Makassar

“Makassar merasa terhormat menjadi bagian dari diskusi penting ini. Kesehatan anak adalah fondasi masa depan, dan forum ini harus melahirkan rekomendasi konkret yang bisa langsung diterapkan,” tegas Appi.

Makassar Dorong Aksi Nyata, Bukan Sekadar Diskusi

Menurut Appi, penyelenggaraan workshop APEC di Makassar memiliki arti strategis, terutama dalam memperkuat upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, mengatasi stunting, serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan anak di daerah.

Baca Juga : Lantik 167 PNS Makassar, Munafri Tekankan ASN Baru Harus Kerja Nyata Bukan Cari Aman

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor—antara pemerintah, tenaga kesehatan, institusi pendidikan, dan mitra internasional—agar pembangunan kesehatan anak tidak berhenti pada wacana.

“Kami berharap hasil workshop ini benar-benar aplikatif, berdampak langsung, dan selaras dengan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Appi juga menilai Gala Dinner bukan sekadar seremoni, melainkan ruang membangun keakraban dan memperkuat kolaborasi lintas negara dalam menjawab tantangan kesehatan anak yang kian kompleks.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Beri Motivasi Delegasi Paskibraka 2026: “Kalian Duta Terbaik Kota Makassar”

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menyambut langsung para delegasi dan peserta workshop dari berbagai negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC), dalam jamuan resmi di Baruga Anging Mamiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Rabu malam (21/1/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Komitmen Pemkot Makassar Wujudkan Generasi Sehat

Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadikan Makassar sebagai tuan rumah kegiatan internasional yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan anak.

Baca Juga : PGIW Sulselra Siap Jadi Mitra Strategis Pemkot Makassar, Dukung Program Pembangunan dan Perkuat Toleransi

“Workshop APEC ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, khususnya dalam pengelolaan kesehatan anak,” kata Aliyah.

Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendukung kolaborasi global demi menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing di masa depan.

APEC Soroti Tantangan Kesehatan Anak di Kawasan

Baca Juga : HUT ke-69 Kodam Hasanuddin, Munafri Tegaskan Kolaborasi TNI dan Pemda Kunci Pembangunan Makassar

Workshop ini merupakan bagian dari upaya Indonesia dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia kesehatan, sejalan dengan Visi Putrajaya APEC 2040 dan Rencana Strategis APEC Health Working Group (HWG) 2021–2025.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan RI Benyamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa investasi berkelanjutan pada tenaga kesehatan merupakan kunci pembangunan masa depan.

Ia memaparkan kesenjangan angka kematian bayi antarnegara APEC masih cukup lebar. Berdasarkan data World Population Review, angka kematian bayi di Indonesia tercatat 18,9 per 1.000 kelahiran hidup, jauh di atas Singapura dan Hong Kong yang berada di kisaran 1,5–6,2.

“Anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi produktif dan mengurangi beban pembiayaan kesehatan di masa depan,” jelasnya.

Fokus Penguatan Tenaga Kesehatan Anak

Workshop yang berlangsung selama 20–22 Januari 2026 ini diikuti oleh sembilan ekonomi APEC, yakni Brunei Darussalam, Indonesia, Jepang, Malaysia, Meksiko, Filipina, Chinese Taipei, Thailand, dan Viet Nam.

Agenda kegiatan mencakup tujuh sesi pleno, diskusi kelompok terfokus (FGD), berbagi praktik terbaik, hingga perumusan rekomendasi bersama. Fokus utama diarahkan pada penguatan kapasitas tenaga kesehatan, penerapan Manajemen Terpadu Penyakit Anak (IMCI), promosi kesehatan usia dini, serta peningkatan keterlibatan masyarakat.

Melalui forum ini, Indonesia berharap dapat mempercepat peningkatan derajat kesehatan anak, memperkecil kesenjangan antarekonomi, dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan generasi Asia Pasifik yang lebih sehat dan berdaya saing. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru