75 Persen Masjid di Indonesia Bermasalah Akustik, Jusuf Kalla: Terlalu Keras Justru Hilangkan Kekhusyukan

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla, saat menghadiri dan membuka Pelatihan Akustik Masjid yang diikuti 109 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Paragon Community Hub, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026). @Jejakfakta/dok. Istimewa

DMI berharap para pengurus masjid memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai tata suara yang ideal.

Jejakfakta.com, JAKARTA — Kenyamanan beribadah di masjid masih menjadi persoalan besar di Indonesia. Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla mengungkapkan, sekitar 75 persen masjid di Tanah Air masih memiliki masalah pada sistem akustik, khususnya dalam pemasangan dan pengoperasian perangkat pengeras suara.

Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla usai membuka Pelatihan Akustik Masjid yang diikuti 109 Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Paragon Community Hub, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026).

Menurut Jusuf Kalla, persoalan utama bukan terletak pada ketersediaan alat, melainkan minimnya perencanaan dan pemahaman teknis saat pemasangan soundsystem. Akibatnya, suara di dalam masjid kerap tidak jernih, terlalu keras, bahkan mengganggu kekhusyukan jamaah.

Baca Juga : Jusuf Kalla Resmikan Masjid As Sholihin Yokohama, Dorong Masjid Jadi Pusat Persatuan Diaspora

“Di seluruh Indonesia, sekitar 75 persen masjid itu punya soundsystem yang perlu diperbaiki operasionalnya. Karena yang memasang itu kadang-kadang anak-anak yang tinggal di masjid, jadi cara pasangnya yang penting bunyi,” ujar Jusuf Kalla.

Ia menegaskan, tata suara masjid seharusnya dirancang berdasarkan ukuran bangunan, karakter akustik ruang, lingkungan sekitar, serta kondisi sosial masyarakat. Menurutnya, memperbesar volume suara tanpa perhitungan justru bertentangan dengan fungsi masjid sebagai tempat ibadah.

“Perubahannya besar padahal perlu. Harus sesuai dengan kebesaran masjid, suasana masyarakat, dan tidak asal pasang. Bukan membesarkan suara saja,” katanya.

Baca Juga : Jusuf Kalla Tempuh Jalur Hukum, Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Bareskrim

Jusuf Kalla juga mengingatkan bahwa masjid bukanlah ruang hiburan, melainkan ruang spiritual yang menuntut ketenangan dan kekhusyukan.

“Masjid itu harus syahdu. Ini ibadah, bukan hiburan. Kalau hiburan mungkin orang bisa tidur, tapi ini ibadah, jadi harus syahdu,” tegasnya.

Melalui pelatihan akustik tersebut, DMI berharap para pengurus masjid memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai tata suara yang ideal. Dengan sistem akustik yang tepat, ibadah di masjid diharapkan dapat berlangsung lebih nyaman, tenang, dan khusyuk bagi seluruh jamaah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru