Perjanjian Kinerja 2026, Munafri Targetkan Pelayanan Publik Cepat dan Terintegrasi
Munafri mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pendapatan dan belanja agar berdampak langsung bagi masyarakat.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menargetkan pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, dan terintegrasi, serta koordinasi yang kuat antarperangkat daerah.
Langkah ini menjadi bagian dari reformasi birokrasi pemerintah kota yang menekankan kinerja terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat. Perjanjian kinerja 2026 diharapkan menjadi panduan dalam memastikan perencanaan dan pelaksanaan program berjalan selaras, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Wali Kota Makassar, Munafri, yang akrab disapa Appi, menegaskan pentingnya perencanaan yang presisi sejak awal. Ia menyoroti rendahnya serapan anggaran tahun sebelumnya yang meningkatkan SILPA sebagai indikator lemahnya konsistensi antara perencanaan dan eksekusi program.
Baca Juga : Kado Hardiknas 2026, Munafri Tingkatkan Insentif Guru dan Fasilitas Siswa di Makassar
“Perencanaan jangan salah dari awal. Ini akan menjadi panduan sampai akhir agar serapan dan belanja anggaran maksimal,” ujar Munafri saat menandatangani perjanjian bersama seluruh kepala perangkat daerah di Ruang Bilateral Balaikota, Jumat (30/01/2026).
Munafri menyebut peningkatan pendapatan daerah hingga 93 persen sebagai capaian positif. Namun, ia mengingatkan pentingnya keseimbangan antara pendapatan dan belanja agar berdampak langsung bagi masyarakat.
Selain itu, Munafri menekankan perlunya penghapusan ego sektoral antar-OPD. Menurutnya, hambatan pelayanan publik sering kali disebabkan lemahnya koordinasi, bukan kurangnya sumber daya.
Baca Juga : Pimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional, Munafri Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas
“Kalau ada persoalan di lapangan dan OPD saling lempar tanggung jawab, yang dirugikan itu masyarakat. Sistem pemerintahan ini kolektif, tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Wali Kota juga meminta jajaran wilayah, khususnya camat, untuk lebih proaktif mendukung program strategis pemerintah kota. Ia menekankan percepatan pelayanan publik tidak mungkin tercapai tanpa kerja tim yang solid dari tingkat kota hingga kelurahan.
Munafri juga mendorong inovasi dalam pelayanan publik. Kepala OPD diminta memberi ruang kepada aparatur dan generasi muda untuk menghadirkan gagasan solutif yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Baca Juga : Munafri Genjot Urban Farming dari Lorong ke Kota, Targetkan Makassar Mandiri Pangan
“Inovasi jangan berhenti di piagam dan foto. Harus ada keberlanjutan dan dampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa perjanjian kinerja bukan sekadar formalitas administratif, melainkan akad tanggung jawab moral dan profesional.
“Hari ini komitmen kerja menjadi sangat penting. Perjanjian ini bukan hanya seremoni di atas kertas,” tutup Munafri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News