Rakor PAD 2026, Wali Kota Makassar Targetkan Pendapatan Tembus Rp2,7 Triliun
Munafri menekankan pentingnya penerapan digitalisasi dalam sistem pengelolaan dan optimalisasi pendapatan daerah.
Jejakfakta.com, SEMARANG — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa pelaksanaan Rapat Koordinasi Pendapatan Asli Daerah (Rakor PAD) Pemerintah Kota Makassar Tahun 2026 tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi harus mampu menghasilkan capaian konkret yang dapat direalisasikan.
Penegasan tersebut disampaikan Munafri Arifuddin, yang akrab disapa Appi, saat membuka secara resmi Rakor PAD yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, Senin (9/2/2026).
“Acara ini jangan dijadikan hanya sebuah seremonial. Ini harus kita capai dan harus mampu kita realisasikan,” tegas Appi di hadapan peserta rakor.
Baca Juga : Makassar Tuan Rumah IGS 2026, Kemenlu Perkenalkan Kuliner dan Peluang Investasi kepada Delegasi Dunia
Ia menyampaikan bahwa Rakor PAD merupakan bentuk komitmen bersama seluruh jajaran Pemerintah Kota Makassar yang memiliki tanggung jawab moral untuk ditunaikan.
“Ini adalah janji kita, artinya ini adalah akad. Kalau akad tidak diselesaikan, tentu ada konsekuensinya. Karena itu saya berharap kegiatan ini menjadi akad bagi kita semua untuk memaksimalkan tujuan dan harapan bersama,” ujarnya.
Menurut Appi, akan terasa sangat naif apabila kegiatan tersebut hanya dihadiri sebagai formalitas tanpa mampu menghasilkan gagasan dan kebijakan nyata, terlebih kegiatan tersebut menggunakan anggaran negara.
Baca Juga : Di Hadapan 41 Delegasi dari 28 Negara, Munafri Promosikan Potensi Makassar kepada Duta Besar Dunia
“Begitu naif rasanya kalau kita hanya datang, menghabiskan anggaran, tetapi tidak mendapatkan hasil maksimal dari apa yang disampaikan para narasumber,” katanya.
Ia menilai Rakor PAD menyimpan banyak potensi dan pelajaran penting yang harus diterjemahkan menjadi kebijakan dan terobosan nyata di masing-masing perangkat daerah.
“Banyak potensi dan pelajaran yang bisa dipetik dari diskusi dan paparan narasumber. Itu harus bisa kita terjemahkan dalam kerja nyata,” lanjutnya.
Baca Juga : Kepada 369 Kepsek, Munafri Tegaskan Tak Boleh Ada Kecurangan SPMB dan Pungutan Perpisahan
Appi juga mendorong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan SKPD terkait, agar lebih berani menghadirkan inovasi dalam menggali potensi pendapatan daerah.
“Kita harus mampu menghadirkan inovasi-inovasi yang bisa meningkatkan berbagai potensi pendapatan di masing-masing sektor,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Ia optimistis, dengan kerja yang terukur dan maksimal, potensi Pendapatan Asli Daerah Kota Makassar sangat besar dan tidak akan berada di bawah angka Rp2,7 triliun.
Baca Juga : Lantik 369 Kepsek, Munafri-Aliyah Minta Kepala Sekolah Jadi Teladan dan Jaga Integritas
“Potensi pendapatan Kota Makassar tidak akan berada di bawah Rp2,7 triliun dalam kondisi seperti ini. Ini adalah target yang harus kita kejar dan kita capai bersama,” jelasnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Appi menekankan pentingnya penerapan digitalisasi dalam sistem pengelolaan dan optimalisasi pendapatan daerah.
“Salah satu pendekatan yang harus kita lakukan adalah melalui digitalisasi dalam pengelolaan pendapatan,” tambahnya.
Baca Juga : Makassar Jadi Panggung Diplomasi Dunia, 28 Negara Dijamu Lewat Kuliner hingga Peluang Investasi
Menutup sambutannya, Appi mengajak seluruh peserta Rakor PAD untuk menghadiri jamuan makan malam bersama sebagai bagian dari upaya mempererat kebersamaan dan sinergi antarpeserta. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News