Bawaslu Sulsel Rancang Program “Ngabuburit Pengawasan” Selama Ramadan

Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, saat memimpin rapat merancang program bertajuk “Ngabuburit Pengawasan” di Kantor Bawaslu Sulsel, Selasa (10/2/2026). @Jejakfakta/dok. Bawaslu Sulsel

Bawaslu Sulsel berharap dapat memperkuat tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan merancang program bertajuk “Ngabuburit Pengawasan” sebagai upaya menjaga produktivitas dan memperkuat kapasitas pengawasan selama bulan suci Ramadan.

Program tersebut akan dilaksanakan sebanyak delapan kali dalam rentang waktu 23 Februari hingga 13 Maret 2026. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk diskusi strategis lintas divisi yang menghadirkan seluruh pimpinan Bawaslu Sulsel sebagai narasumber.

Anggota Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad, mengatakan bahwa ibadah puasa tidak boleh menjadi alasan menurunnya ritme kerja pengawasan.

Baca Juga : Bawaslu Sulsel dan Gowa Gandeng Mahasiswa UIN Alauddin, Dorong Generasi Kritis Kawal Demokrasi

“Ibadah puasa bukan alasan untuk menurunkan ritme kerja. Melalui ‘Ngabuburit Pengawasan’, kita ingin memastikan bahwa sambil menunggu waktu berbuka, jajaran pengawas tetap produktif memperdalam pemahaman regulasi dan mempertajam strategi pencegahan di lapangan,” ujar Saiful dalam rapat persiapan di Kantor Bawaslu Sulsel, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, pengawasan pemilu merupakan kerja kolektif yang melibatkan seluruh unsur kelembagaan. Karena itu, diskusi lintas divisi dinilai penting untuk membangun persepsi dan tanggung jawab bersama.

“Pengawasan itu kerja kolektif. Pencegahan pelanggaran tidak hanya bertumpu pada satu unit, tetapi menjadi tanggung jawab terintegrasi mulai dari teknis hingga dukungan administrasi di sekretariat,” tegasnya.

Baca Juga : Bawaslu Sulsel Cetak Pengawas Partisipatif, Siapkan Fondasi Pemilu 2029 Bermartabat

Dalam pelaksanaannya, materi yang akan dibahas mencakup penguatan transparansi lembaga oleh Ketua Bawaslu Sulsel, efektivitas sistem pengawasan oleh Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat (Parmas), serta penguatan integritas sumber daya manusia oleh Koordinator Divisi SDM dan Organisasi (SDMO).

Selain itu, sejumlah isu krusial turut menjadi fokus pembahasan, antara lain:

  1. Kepastian hukum, khususnya tantangan limitasi waktu dalam penyelesaian sengketa.
  2. Transformasi digital, melalui implementasi aplikasi SigapLapor untuk mendukung penegakan hukum yang transparan.
  3. Marwah lembaga, dengan penguatan peran Humas dan Hubungan Antar Lembaga (Hubal).
  4. Supporting system, yakni optimalisasi peran sekretariat dalam mendukung operasional pengawasan.

Saiful menambahkan, kegiatan ini menjadi momentum peningkatan kapasitas internal agar jajaran pengawas semakin siap menghadapi dinamika kepemiluan.

Baca Juga : Jelang Idulfitri, Munafri–Aliyah Perkuat Sinergi Forkopimda Demi Stabilitas Layanan Publik Makassar

“Kita ingin saat Ramadan usai, bekal pemahaman jajaran mengenai isu strategis seperti SigapLapor hingga penyelesaian sengketa semakin matang dan siap diaplikasikan,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Bawaslu Sulsel dijadwalkan menggelar rapat koordinasi bersama Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan pada Kamis, 12 Februari 2026, guna menyelaraskan teknis pelaksanaan program di tingkat daerah.

Melalui program “Ngabuburit Pengawasan”, Bawaslu Sulsel berharap dapat memperkuat tata kelola kelembagaan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.(*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru