Rektor UIN Alauddin Makassar Ingatkan Tiga Prinsip bagi Pembimbing Haji
Prof. Hamdan Juhannis menekankan wawasan, keuangan pribadi, dan integritas sebagai prinsip utama calon pembimbing haji saat penutupan Sertifikasi Pembimbing Haji Angkatan III di Makassar.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof. Hamdan Juhannis, menekankan tiga prinsip penting yang harus dimiliki calon pembimbing ibadah haji. Pernyataan ini disampaikan saat penutupan pendidikan Sertifikasi Pembimbing Haji Angkatan III (Mandiri) yang berlangsung di Sultan Alauddin Hotel and Convention, Rabu malam (11/2/2026).
Menurut Hamdan, seorang pendamping haji profesional harus memiliki wawasan luas mengenai pelaksanaan ibadah haji dan situasi lokasi, keuangan pribadi yang tuntas, serta integritas yang tinggi.
“Pertama, wawasan. Kalau tidak ada wawasan, tidak sukses menjadi pembimbing. Kedua, keuangan pribadi harus selesai, tidak boleh meminta pada jemaah soal kebutuhan pribadi. Dan ketiga, integritas. Tanpa integritas, dua hal sebelumnya tidak berarti,” jelas Hamdan.
Baca Juga : 167 Mahasantri Gowa Diwisuda, Program Satu Desa Satu Hafiz Cetak Sarjana Qurani Berprestasi
Ia juga menekankan pentingnya kemampuan mengendalikan emosi, mengingat jumlah jemaah yang cukup banyak berpotensi menimbulkan ketegangan. “Pembimbing ibadah haji adalah rujukan bagi jemaah, maka harus mampu mengelola emosi, tidak baper, sensi, dan mengontrol rasa ingin tahu yang berlebihan,” tambahnya.
Pendidikan sertifikasi ini merupakan kerjasama Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sulawesi Selatan dengan Prodi Manajemen Haji dan Umrah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar. Sejak digelar, kegiatan ini telah menyertifikasi 255 peserta dalam tiga angkatan.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar, Prof. H. Abd. Rasyid Masri, mengatakan antusiasme masyarakat tinggi, namun jumlah peserta dibatasi karena waktu yang terbatas. “Kalau kita menunda lagi, jumlah peserta pasti akan bertambah. Tapi kegiatan ini harus diselesaikan sebelum Ramadan,” ujarnya.
Baca Juga : Mahasiswa Makassar Gaungkan “Reformasi Jilid II”, Soroti Harga BBM hingga Anggaran Pendidikan
Prof. Rasyid menambahkan, pencapaian UIN Alauddin Makassar dan Kemenhaj Sulsel menggelar tiga kali sertifikasi dalam waktu singkat merupakan prestasi yang diakui secara nasional. “Dari seluruh Indonesia, kita yang paling cepat mengadakan tiga kali sertifikasi sejak berdirinya kementerian,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News