Melinda Aksa Gaungkan Lansia SMART di Manggala, Sekolah Lansia Jadi Ruang Produktif di Usia Senja
Melinda Aksa dorong terwujudnya lansia SMART melalui Sekolah Lansia Sipakalebbi Manggala di Makassar. Program ini fokus pada kesehatan, kemandirian, dan pemberdayaan ekonomi lansia.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Semangat belajar tak mengenal usia. Di Aula Kecamatan Manggala, Kamis (12/02/2026), Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menegaskan komitmennya mendorong terwujudnya lansia SMART (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat) melalui program Sekolah Lansia Sipakalebbi Manggala.
Dalam kegiatan Penerimaan Siswa Baru tersebut, Melinda menyebut Sekolah Lansia bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang pemberdayaan agar para lanjut usia tetap aktif secara fisik, sosial, dan mental.
“Usia boleh bertambah, tetapi semangat harus tetap menyala. Program ini menjadi wadah agar lansia tetap berdaya dan merasa dibutuhkan,” ujarnya.
Baca Juga : 1.346 Lansia Baru di Luwu Timur Terima Kartu ATM, Bantuan Rp3 Juta Langsung Masuk Rekening
Investasi Sehat Sejak Dini
Melinda menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental di usia lanjut. Latihan kekuatan untuk mempertahankan massa otot dinilai krusial dalam menjaga keseimbangan tubuh, memperkuat tulang, hingga mempertahankan fungsi otak. Tak kalah penting, keterlibatan dalam aktivitas sosial dan komunitas diyakini mampu menjaga kebahagiaan serta mencegah isolasi sosial.
Ia juga mengingatkan bahwa kualitas kesehatan di masa lansia merupakan hasil investasi kebiasaan baik sejak muda.
Baca Juga : 3 Juta Masuk Rekening, Lansia Luwu Timur: "Sejak 1971 Baru Sekarang Dapat Bantuan Seperti Ini"
“Kesehatan di masa lansia adalah hasil dari kebiasaan yang dicicil sejak dini,” tambahnya.
Dorong Partisipasi Kaum Pria
Saat ini, peserta Sekolah Lansia Sipakalebbi Manggala masih didominasi perempuan. Melinda pun mendorong para bapak untuk tidak ragu mengikuti program tersebut. Banyak peserta merupakan pensiunan yang ingin tetap produktif dan berkontribusi, alih-alih hanya berdiam diri di rumah.
Menariknya, sejumlah lulusan telah menunjukkan kemandirian ekonomi melalui produk UMKM, seperti Bosara, yang turut dipamerkan dalam kegiatan tersebut.
Ke depan, TP PKK Kota Makassar akan memperkuat kolaborasi dengan BKKBN untuk mengembangkan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi peserta Sekolah Lansia.
“Lansia yang berdaya adalah aset keluarga dan aset kota. Kita ingin memastikan mereka tetap memiliki ruang untuk tumbuh dan bermartabat,” tegasnya.
Baca Juga : HUT Dekranas 2026 Resmi Ditutup, Tito Karnavian Sebut Makassar Catat Sejarah Baru
Lansia Tetap Jadi Subjek Pembangunan
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Makassar, A. Irwan Bangsawan, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia merupakan bagian dari strategi pembangunan keluarga berbasis siklus kehidupan yang digagas BKKBN.
Program ini menyasar warga berusia 60 tahun ke atas agar tetap menjadi subjek pembangunan, bukan kelompok yang terpinggirkan.
“Tujuannya agar mereka tetap aktif, tidak terisolasi, dan mampu memberi kontribusi nyata bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan,” jelasnya.
Dalam rangkaian acara juga dilakukan penyerahan bantuan kepada anak-anak yang mengalami stunting sebagai bentuk dukungan percepatan penurunan stunting di Makassar. Langkah ini menegaskan bahwa pembangunan keluarga berjalan beriringan, dari generasi muda hingga lanjut usia.
Kegiatan turut dihadiri perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Camat Manggala Ahmad, para lurah, penyuluh, kader, serta lansia se-Kecamatan Manggala.
Program Sekolah Lansia Sipakalebbi menjadi bukti bahwa pembangunan keluarga tak hanya bertumpu pada generasi muda, tetapi juga memberi ruang terhormat bagi para lansia sebagai pilar pengalaman dan kebijaksanaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News