KPPU dan Disdag Sulsel Pastikan Harga dan Stok Komoditas Pangan Aman
Sejauh ini cuaca dan jalur distribusi menjadi kendala rantai pasok
Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah VI Makassar, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) bersama Dinas Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan (Disdag Sulsel) di Pasar Terong dan Pasar Pannampu, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/1).
Di dua pasar tradisional.itu, tim yang ikut sidak, menemukan sejumlah kebutuhan pokok mengalami kenaikan harga pada sejumlah komoditas, seperti beras, cabai, dan bawang merah, serta minyak goreng curah.
Menurut Ketua Kantor Wilayah KPPU wilayah VI Makassar, Hilman Pudjana, khusus minyak goreng curah, pasokannya terhambat sejak memasuki bulan Januari. "Tentunya ini akan berimbas pada minyak kemasan," ungkapnya.
Baca Juga : Efek Domino MBG di Makassar: Dongkrak Gizi Warga, Hidupkan Pasar Tradisional
Untuk minyak goreng subsidi merk MinyaKITA, sejauh ini dijual dengan harga beragam. Meski telah ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng sebesar Rp14.000, sejumlah pedagang menjualnya di kisaran Rp15.000 hingga Rp17.000.
Hal itupun menjadi perhatian KPPU untuk ditelusuri lebih lanjut. "Kami mengimbau pedagang tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan. Kami bersama pemerintah ingin segera memperlancar distribusi agar harganya bisa stabil. Baik minyak curah maupun kemasan," tegur Hilman.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Andi Arwin Azis menambahkan, pemantauan harga terus dilakukan, utamanya di Kabupaten/Kota penyumbang inflasi seperti Makassar, Parepare, Palopo, Kabupaten Bone dan Kabupaten Bulukumba.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Dampingi Wamen PKP Tinjau Kawasan Kumuh di Tallo, Pemkot Usulkan Hunian Vertikal
"Poin penting Rakor Pengendalian Inflasi adalah Pemerintah Daerah diminta turun langsung memantau harga untuk menjamin pasokan sehingga stabilisasi harga terjaga di tingkat pasar agar daya beli masyarakat juga tetap terjangkau,” tambah Arwin.
Dan memang, terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas pokok sejak minggu kedua Januari 2023. Seperi, cabai merah dari Rp10.000 menjadi Rp11.000 per kilogram. Cabai merah keriting juga naik cukup tinggi.
Padahal pada Desember tahun lalu harganya masih berkisar Rp13.300 per kilogram, di Januari melonjak menjadi RP15.000 per kilogram.
Baca Juga : Jelang Idulfitri, Wali Kota Makassar dan Mendag Sidak Harga Komoditas di Pasar Terong
Harga beras baik premium maupun medium juga naik namun tidak terlalu tinggi. Kenaikan harga juga terlihat pada komoditas bawang merah.
Ia mengatakan, sejauh ini cuaca dan jalur distribusi menjadi kendala rantai pasok komoditas tersebut.
" Menghadapi hari besar keagamaan biasanya selalu dibarengi kenaikan harga. Makanya kami turun memastikan kendala yang dihadapi distributor. Dengan begitu kita bisa menstabilkan harga, dan daya beli masyarakat terjaga," ujarnya.
Baca Juga : Stok Aman, Harga Terkontrol Jelang Ramadan: Wali Kota Munafri–Gubernur Sulsel Sidak Pasar Terong
Kendati terjadi kenaikan harga, Arwin memastikan stok bahan pokok tetap aman. Termasuk minyak goreng curah yang disebut stoknya akan kembali tersedia pada akhir Februari mendatang. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News