Rakor Pengelolaan Sampah, Bupati Luwu Timur Tekankan Peran Bersama Atasi Krisis Sampah
Persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi bersama dari seluruh elemen masyarakat.
Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Persoalan sampah menjadi tantangan serius yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Hal tersebut disampaikan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat memimpin rapat koordinasi (rakor) pengelolaan sampah di Aula Adipura Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Luwu Timur, Rabu (11/03/2026).
Bupati menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran dan partisipasi bersama dari seluruh elemen masyarakat.
“Persoalan sampah akan menjadi masalah besar jika tidak kita tangani bersama. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua. Jika kita memiliki mindset bahwa sampah hanya urusan pemerintah, maka persoalan ini akan semakin kronis setiap harinya,” ujar Irwan.
Baca Juga : Bupati Irwan Tepati Janji, Fani Sabrina Terima Motor di Hadapan Ribuan Jamaah Tabligh Akbar
Ia menambahkan, kolaborasi yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Semakin banyak pihak yang terlibat, maka pekerjaan ini akan semakin mudah. Karena itu, kita perlu memetakan kebutuhan dan memperkuat implementasi di lapangan,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, Kepala DLH Luwu Timur, Umar Hasan Dalle, memaparkan kondisi pengelolaan sampah di daerah tersebut. Saat ini, pengolahan sampah masih menghadapi keterbatasan fasilitas karena hanya mengandalkan satu lokasi Pusat Pengolahan Akhir (PPA).
Baca Juga : Bupati Irwan Hadiri Tabligh Akbar di Sorowako, Ribuan Jamaah Sambut Kehadiran Ustadz Nur Maulana
Kondisi ini menuntut penguatan implementasi pengolahan sampah melalui kolaborasi berbagai pihak.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas sejumlah inisiatif pengolahan sampah, termasuk penggunaan mesin pengolah yang mampu menghasilkan Refuse to Material (RTM) sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah.
Sementara itu, sejumlah perusahaan swasta yang hadir, di antaranya PT Vale Indonesia (PTVI), PT Teguh Wira Pratama (TWP), PT Citra Lampia Mandiri (CLM), PT Mandiri Palmera Agrindo (MPA), PT Prima Utama Lestari (PUL), dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN), turut menyampaikan dukungan.
Baca Juga : Tiga Rumah Terbakar di Angkona, Bupati Irwan Instruksikan Bantuan Segera Cair
Mereka mengusulkan pembentukan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang akan menjadi pelaku aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah di masyarakat, termasuk rencana pengembangan TPS3R Morina serta pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung pengelolaan sampah di Luwu Timur.
Melalui pertemuan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap lahir langkah-langkah konkret dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis kolaborasi, sehingga persoalan sampah dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan. (diolah dari sumber: ikp-humas/kominfo-sp)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News