Basarnas Makassar Siaga Lebaran 2026, 138 Personel Disiagakan di 11 Posko untuk Amankan Arus Mudik
Operasi Siaga SAR Khusus Lebaran ini menjadi bagian dari upaya Basarnas dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat selama momentum mudik dan perayaan Idulfitri.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026, Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menggelar Apel Siaga SAR Khusus Lebaran di halaman Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Jumat (13/3).
Apel siaga ini menjadi langkah awal memastikan kesiapan personel, peralatan, serta kendaraan operasional dalam mendukung pengamanan arus transportasi selama periode Lebaran.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar, Muh. Arif Anwar, secara langsung memeriksa kesiapan personel yang akan bertugas dalam operasi Siaga SAR Khusus Lebaran 2026. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap kendaraan dan perlengkapan yang akan digunakan di lapangan.
Baca Juga : Tragedi Air Bah di Kalimborang Maros, Dua Wisatawan Ditemukan Tewas
“Dalam pelaksanaan siaga SAR khusus Lebaran ini, kami melibatkan sebanyak 138 personel,” ujar Arif.
Ia menjelaskan, ratusan personel tersebut akan ditempatkan pada sejumlah titik strategis guna memperkuat respons cepat terhadap potensi kecelakaan atau kondisi darurat selama masa mudik.
“Kami membagi personel pada 11 posko dan dua posko induk. Selain itu, tim juga akan melakukan patroli mobile ke seluruh posko terpadu yang ada di wilayah Sulawesi Selatan,” jelasnya.
Baca Juga : Air Bah Sungai Kalimborang Terjang Maros, Dua Wisatawan Hilang Terseret Arus
Menurut Arif, langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan pencarian dan pertolongan dapat berjalan optimal, terutama pada jalur-jalur transportasi yang diprediksi mengalami peningkatan mobilitas masyarakat saat Lebaran.
Ia juga mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar selalu memperhatikan aspek keselamatan selama perjalanan.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga keselamatan, mengikuti arahan petugas di lapangan, serta segera menghubungi Basarnas apabila mengalami atau melihat kecelakaan maupun kondisi yang membahayakan jiwa manusia,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News