Pemkab Lutim Gelar HLM TPID, Bahas Stabilitas Harga dan Pasokan Tekan Inflasi

Sekretaris Daerah Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, pimpin rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati, Senin (16/03/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim

Pemkab Luwu Timur berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam menjaga ketersediaan pasokan serta menekan laju inflasi daerah menjelang hari besar keagamaan.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati, Senin (16/03/2026). Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade.

Dalam arahannya, Ramadhan Pirade menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan pasokan, serta mengendalikan inflasi daerah.

“Melalui rapat ini, kita ingin memastikan langkah-langkah yang dapat dilakukan bersama untuk menjaga stabilitas harga serta mengendalikan inflasi di Kabupaten Luwu Timur,” ujar Ramadhan Pirade.

Baca Juga : Luwu Timur Evaluasi Program Healthier Smiles, Perkuat Edukasi Kesehatan Gigi Anak di Sekolah

Usai membuka rapat, Sekda Lutim memberikan kesempatan kepada seluruh stakeholder untuk memaparkan kondisi lapangan sesuai bidang masing-masing.

Kepala Dinas Koperindag UKMP, Senfry Oktavianus, menyampaikan bahwa harga kebutuhan pokok pada minggu ketiga Maret terpantau relatif stabil dan pasokan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Namun, beberapa komoditas seperti telur ayam ras, cabai, tomat, bawang merah, dan ikan bandeng tercatat mengalami kenaikan. Hal ini dipengaruhi oleh mahalnya pakan ayam, cuaca ekstrem, serta meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan,” ungkapnya.

Baca Juga : Temui Wamenkes RI, Bupati Irwan Amankan 90 Milliar Lebih Bantuan Kesehatan

Ia menambahkan, upaya yang telah dilakukan antara lain memantau pergerakan harga, menggelar operasi pasar murah Ramadan, serta melakukan pengawasan terhadap obat dan makanan kedaluwarsa.

Terkait distribusi gas LPG, Senfry menjelaskan bahwa setiap bulan terdapat sekitar 300 ribu tabung gas yang masuk ke Luwu Timur dari enam agen dan disalurkan ke 750 pangkalan. Namun, terdapat temuan dari Dinas Perhubungan bahwa sebagian LPG tersebut dibawa keluar wilayah Luwu Timur, sehingga perlu ditindaklanjuti.

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan kondisi ketersediaan komoditas dari sektor pertanian, perikanan, serta kesiapan pengamanan arus transportasi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Baca Juga : Dipimpin Presiden, Bupati Luwu Timur Hadiri Rakornas TPAKD di Jakarta

Dinas Pertanian menyampaikan bahwa terdapat sebelas komoditas yang dipantau. Sebagian besar masih dalam kondisi aman, seperti beras yang diproyeksikan surplus hingga 193 hari ke depan dan jagung selama 163 hari. Namun, untuk cabai rawit, kebutuhan di Luwu Timur mencapai sekitar 108 ton dan hanya mampu bertahan tujuh hari jika mengandalkan pasokan lokal, sehingga harus didatangkan dari daerah lain.

Sementara itu, Dinas Perikanan melaporkan bahwa beberapa komoditas mengalami penurunan harga, seperti ikan nila dan ikan bandeng. Sedangkan ikan laut seperti kembung dan tongkol mengalami kenaikan harga. Kebutuhan ikan masyarakat Luwu Timur mencapai sekitar 1.307 ton, dengan ketersediaan stok 1.434 ton atau surplus sekitar 127 ton.

Dinas Perhubungan juga menyampaikan kesiapan pengamanan dengan menyiapkan lima pos pengamanan di Kecamatan Burau, Tarengge, Tomoni, Malili, dan Nuha. Pengamanan ini akan terus berlangsung hingga pasca-Lebaran.

Baca Juga : Praktik Cuci Tangan Siswa Capai 96,7%, Save the Children dan Pemkab Luwu Timur Bidik Target 100%

Melalui rapat ini, Pemkab Luwu Timur berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam menjaga ketersediaan pasokan serta menekan laju inflasi daerah menjelang hari besar keagamaan.

Turut hadir unsur Forkopimda, Asisten dan Staf Ahli, para Kepala OPD, pimpinan instansi vertikal, perbankan, para camat, serta peserta lainnya. (diolah dari sumber: ikp-humas/kominfo-sp)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru