Tutup Safari Ramadan di Sangkarrang, Munafri Bawa Pesan Kuat: Pelayanan Harus Menjangkau Hingga Pulau
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menutup Safari Ramadan 2026 di Sangkarrang. Tekankan pemerataan pelayanan hingga wilayah kepulauan dan salurkan bantuan untuk warga.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Senja yang hangat di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, menjadi saksi penutup rangkaian Safari Ramadan Pemerintah Kota Makassar, Rabu (18/3/2026).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir bersama Ketua TP PKK Melinda Aksa dan jajaran SKPD, menutup perjalanan Safari Ramadan yang telah berlangsung hampir satu bulan penuh, menyapa masyarakat dari daratan hingga wilayah kepulauan.
Kedatangan rombongan sekitar pukul 17.20 WITA disambut antusias warga Pulau Barrang Lompo. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi yang hangat, diawali dengan buka puasa bersama, lalu dilanjutkan salat Isya dan Tarawih berjamaah di tengah suasana Ramadan yang khidmat.
Baca Juga : Munafri Buka Makassar Cooperative Expo 2026, Dorong Koperasi Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat
Munafri menegaskan, penutupan Safari Ramadan di wilayah kepulauan bukan tanpa makna. Justru, hal ini menjadi simbol komitmen pemerintah untuk menghadirkan pelayanan yang merata hingga ke pulau-pulau.
“Ini adalah Safari Ramadan terakhir yang kita laksanakan selama sebulan penuh, dan kita tutup di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran sejumlah kepala SKPD dalam kegiatan tersebut menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menutup rangkaian Safari Ramadan secara menyeluruh, sekaligus melihat langsung kondisi masyarakat di wilayah kepulauan.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Dorong Pembaruan Tata Kelola Aset Daerah, Perkuat Akuntabilitas Pemerintah
Tak sekadar silaturahmi, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial. Pemerintah Kota Makassar bersama Bosowa Peduli menyalurkan paket pangan Ramadan kepada warga, serta bantuan tambahan dari Bulog dan Dinas Ketahanan Pangan.
Munafri menekankan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata pemerintah kepada masyarakat, khususnya yang berada di wilayah kepulauan.
“Jangan dilihat dari jumlahnya, tapi ini adalah bentuk perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Baca Juga : Kinerja Lurah Disorot, Appi: Ada yang Sehat tapi Tidak Mau Bekerja
Ia juga menyoroti esensi Safari Ramadan yang tidak hanya bersifat seremonial, melainkan sebagai sarana mendekatkan pemerintah dengan masyarakat.
Selama Ramadan, berbagai kegiatan dilakukan bersama, mulai dari salat subuh berjamaah, buka puasa bersama, hingga salat tarawih di berbagai kecamatan di Kota Makassar.
“Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah hadir di tengah masyarakat, melihat langsung kondisi yang ada, serta terus membangun silaturahmi dan ukhuwah,” jelasnya.
Baca Juga : Layanan Publik Digital Antar Wali Kota Appi Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026
Memasuki malam ke-29 Ramadan, suasana ibadah semakin semarak, terutama pada malam-malam ganjil yang identik dengan meningkatnya antusiasme masyarakat dalam menjalankan salat malam.
Di akhir kegiatan, Munafri memberikan penegasan kepada jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan.
“Tidak ada alasan lagi untuk tidak memberikan perhatian kepada masyarakat di pulau. Beberapa kepala dinas sengaja saya ajak hadir agar bisa melihat langsung kondisi di lapangan,” pungkasnya.
Baca Juga : Makassar Jadi Tuan Rumah Rakernas ASKLIN 2026, Aliyah: Momentum Perkuat Kolaborasi Kesehatan dan Pariwisata
Safari Ramadan ini pun ditutup dengan penuh makna—menguatkan kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta menghadirkan kepedulian nyata bagi masyarakat kepulauan di Kota Makassar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News