Mendikdasmen Abdul Mu’ti Hadiri Syawalan Muhammadiyah Sulsel Hari Ini
Mendikdasmen sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dijadwalkan hadir pada acara Syawalan Muhammadiyah Sulsel di Makassar pada 28 Maret 2026.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Kehadiran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, dalam agenda Syawalan Muhammadiyah Sulawesi Selatan (Sulsel) diproyeksikan menjadi magnet utama sekaligus momentum strategis konsolidasi warga persyarikatan pasca-Idulfitri 1447 Hijriah.
Kegiatan Syawalan yang digelar oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026, di halaman Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel, Makassar, mulai pukul 08.00 Wita.
Ketua Panitia, Abd Rakhim Nanda, mengungkapkan bahwa kehadiran Abdul Mu’ti telah dijadwalkan secara resmi oleh protokoler Kemendikdasmen. Bahkan, tim protokol dijadwalkan melakukan pengecekan lokasi untuk memastikan kesiapan acara.
Baca Juga : ASN Luwu Timur Masuk Komcad Sulsel 2026, 8 ASN Resmi Jadi Komponen Cadangan Pertahanan Negara
“Pak Menteri dijadwalkan hadir untuk menyampaikan Hikmah Syawalan. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus penguat semangat bagi warga Muhammadiyah Sulsel,” ujarnya.
Dimajukan Demi Kehadiran Menteri
Pelaksanaan Syawalan 1447 H ini dimajukan sehari dari jadwal semula, setelah dipastikan Abdul Mu’ti dapat hadir. Keputusan tersebut diambil dalam rapat panitia yang digelar secara daring pada 25 Maret 2026.
Baca Juga : Hardiknas 2026 di Gowa: Bupati Sitti Husniah Minta Sekolah Berhenti Sekadar Mengajar, Mulai Mendengar Siswa
Sekretaris Panitia, Andi Sukri Syamsuri, menilai kehadiran Mendikdasmen memberi makna lebih luas. Menurutnya, Muhammadiyah sejak awal menempatkan pendidikan sebagai jantung gerakan dakwah.
“Kehadiran Pak Menteri menjadi peneguhan bahwa amal usaha pendidikan Muhammadiyah bukan sekadar aktivitas kelembagaan, tetapi bagian dari agenda besar membangun manusia Indonesia yang berilmu dan berkarakter,” jelasnya.
Syawalan: Lebih dari Sekadar Silaturahmi
Baca Juga : Pimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional, Munafri Gaungkan Pendidikan Inklusif dan Berkualitas
Rakhim Nanda menegaskan, Syawalan bukan hanya ajang temu pasca-Lebaran, tetapi ruang strategis untuk memperkuat ukhuwah dan semangat gerakan.
“Idulfitri adalah momentum kembali ke fitrah. Syawalan menjadi ruang mempererat persaudaraan dan membangun kehidupan sosial yang harmonis,” katanya.
Diperkirakan ribuan warga Muhammadiyah dari berbagai daerah di Sulsel akan memadati lokasi acara. Panitia pun menyiapkan skenario alternatif jika terjadi hujan, dengan memanfaatkan gedung Pusdam atau masjid sebagai lokasi kegiatan.
Baca Juga : Eksaminasi Publik Bongkar Dugaan Kekeliruan Fatal Putusan Buruh KIBA, Dinilai Ancam Hak Pekerja Nasional
Rangkaian Agenda Strategis
Tak sekadar seremoni, Syawalan Muhammadiyah Sulsel tahun ini juga dirangkaikan dengan sejumlah agenda penting, antara lain:
- Peresmian Klinik Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel
- Pengukuhan Muallaf Learning Center Lembaga Dakwah Komunitas PWM Sulsel
- Serah terima pengelolaan tanah/gedung wakaf
- Peluncuran buku “Tauhid sebagai Energi Spiritual dan Sosial Muhammadiyah”
Selain itu, acara akan diisi dengan sambutan Ketua PWM Sulsel dan Gubernur Sulawesi Selatan, sebelum ditutup dengan Hikmah Syawalan oleh Abdul Mu’ti.
Baca Juga : Diskominfo Makassar Gandeng Apple Developer Academy, Perkuat Talenta Digital Mahasiswa
Konsolidasi Besar Muhammadiyah Sulsel
Syawalan 1447 H ini akan dihadiri unsur lengkap Muhammadiyah, mulai dari pimpinan daerah, Amal Usaha Muhammadiyah, organisasi otonom, hingga warga dari berbagai kabupaten/kota.
Dengan komposisi tersebut, Syawalan tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum konsolidasi besar Muhammadiyah Sulawesi Selatan dalam menguatkan peran dakwah, pendidikan, dan pelayanan umat di momentum Syawal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News