Kami Tidak Takut! Berikut Kronologi Intimidasi Tim Pesepeda Greenpeace

Tim Chasing The Shadow melewati Kota Surabaya, Jawa Timur dalam perjalanannya menuju Bali. Greenpeace Indonesia menggelar tur sepeda Chasing The Shadow dari Jakarta ke Bandung, Semarang, Surabaya, dan berakhir di Bali untuk menyampaikan dampak krisis iklim di Indonesia. (Foto: Greenpeace)

"Sekali lagi kami katakan, kami akan terus menyuarakan pesan-pesan dari saudara-saudara kami  yang terdampak kerusakan lingkungan dan kami temui selama perjalanan. Suara mereka harus didengar!" tulisnya, Rabu (9/11/2022).

Jejakfakta.com, - Berbagai intimidasi dialami oleh tim Chasing the Shadow selama perjalanan, mulai dari pengintaian hingga kendaraan tim ditabrak.

Melalui akun resmi Instagram Greenpeace menyampaikan pesan akan terus menyuarakan pesan-pesan dampak kerusakan lingkungan.

"Sekali lagi kami katakan, kami akan terus menyuarakan pesan-pesan dari saudara-saudara kami  yang terdampak kerusakan lingkungan dan kami temui selama perjalanan. Suara mereka harus didengar!" tulisnya, Rabu (9/11/2022).

Baca Juga : Greenpeace: Tambang Nikel Rusak Papua, Empat Aktivis Lingkungan Ditangkap di Jakarta

"Kami tidak takut!" pesan Greenpeace Indonesia.

Berikut kronologi intimidasi yang diterima oleh Tim Chasing the Shadow:

15 Oktober di Jakarta - Perjalanan dimulai

Baca Juga : Band Sukatani Akui Ada Intimidasi: Pemeriksaan Etik dan Pidana Wajib Dilakukan Kepada Anggota Polisi yang Melanggar

16 Oktober di Muara Baru - Tim kami dihalangi pihak keamanan saat hendak melihat tanggul

27 Oktober di Batang - Seorang terduga intel mendokumentasikan kegiatan kami yang sedang mengobrol dengan warga Batang

28 Oktober di Semarang - Tujuh personel dari Polres Semarang dan Polda Jawa Tengah mendatangi tim Greenpeace Indonesia yang sedang on air di sebuah stasiun radio di Semarang

Baca Juga : Intimidasi Jurnalis Kompas.com, Koalisi Desak Sanksi bagi Pengawal Panglima TNI yang Anti-Kritik

29 Oktober di Semarang - Polisi berseragam dan intel datang mendokumentasikan acara CaTS di Semarang

30 Oktober di Demak - Seorang aparat berseragam TNI AD sudah berada di Desa Timbulsloko, Demak saat para pesepeda dan tim Greenpeace baru tiba di sana

31 Oktober di Pati - Tim terus dipantau aparat dengan mobil polisi sepanjang perjalanan. Di penginapan, tim kami didatangi dan diinterogasi aparat dari Polres Pati

Baca Juga : Forum Air untuk Rakyat di Bali Diintimidasi dan Dipaksa Bubar

1 November - Tengah malam, seorang pengendara motor berplat merah menabrak sisi depan sebelah kanan mobil logistik kami hingga lampu rusak parah

2 November - Tim dibagi menjadi dua. Tim Kendeng dihadang saat hendak masuk ke area sekitar pertambangan oleh karyawan dan aparat. Tim Lasem dibuntuti tiga orang diduga intel. Saat akhirnya menuju Surabaya, kami diikuti lima buah mobil dan satu motor.

4 November di Surabaya - Izin acara sempat dicabut kepolisian dengan dalih acara di Bandung mengalami kelebihan kapasitas, yang tidak benar terjadi. Seluruh pengisi acara ditanya menginap di mana dan di kamar nomor berapa

Baca Juga : Guru Besar Kritik Jokowi, Anies: Tidak Boleh Larang Orang Mengkritik, Negara Tidak Bisa Mengatur Pikiran

5 November - Ada indikasi akun Whatshaap tim kami diretas. Bagian belakang salah satu kendaraan kami ditabrak oleh sebuah motor yang dikendarai dua orang laki-laki berbadan besar di jalanan yang sangat lengang

6 November - Akun Whatsapp beberapa aktivis Greenpeace Indonesia lainnya diduga diretas

7 November di Probolinggo - Beberapa kendaraan mengikuti sepanjang perjalanan Surabaya-Probolinggo. Saat sedang singgah di Probolinggo untuk makan, tim didatangi intel dan ormas. Kami dilarang memasuki Probolinggo dan melanjutkan kegiatan.

Beberapa ban kendaraan kami digembosi dan tutup pentil ban dihilangkan.

Ormas melakukan demonstrasi melarang kami memasuki penginapan di Probolinggo.

Salah satu aktivis juga dipaksa membuat surat pernyataan agar Greenpeace tidak akan melakukan kampanye selama G20 berlangsung di Bali

8 November - Hingga saat ini perjalanan kami masih diikuti dan dipantau dengan ketat oleh aparat. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru