Sekda Lutim Saksikan Penandatanganan Kerja Sama BPDLH–Mars, Dorong Pembiayaan Hijau untuk Petani Kakao
Sekda Luwu Timur menyaksikan penandatanganan kerja sama BPDLH dan Mars Symbioscience untuk mendorong pembiayaan hijau dan meningkatkan kesejahteraan petani kakao.
Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor kehutanan dan perkebunan.
Hal ini ditandai dengan kehadiran Sekretaris Daerah Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, yang mewakili Bupati dalam kegiatan penandatanganan kerja sama antara Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan PT Mars Symbioscience bersama sejumlah mitra.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BPDLH, Gedung JB Tower Lantai 29, Jalan Kebon Sirih No. 48–50, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026). Acara ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Dirjen Perhutanan Sosial, Catur Endah Prasetiani; Direktur Utama BPDLH, Joko Tri Haryanto; Direktur Sistem Manajemen Investasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Basuki Purwadi; Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlaela; serta Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan, Kasman.
Baca Juga : HUT ke-27 Luwu Utara, Bupati Irwan Dorong Sinergi Antarwilayah untuk Percepat Kemajuan Luwu Raya
Kerja sama ini berfokus pada kolaborasi pembiayaan dana bergulir untuk usaha kehutanan, khususnya bagi kelompok tani kakao di Kabupaten Luwu Timur.
Program tersebut bertujuan memperluas akses pembiayaan hijau sekaligus mendorong penerapan praktik rantai pasok berkelanjutan bagi petani yang berada di sekitar kawasan hutan.
Sekda Lutim menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam membuka peluang pembiayaan yang lebih luas bagi petani, sekaligus meningkatkan daya saing komoditas kakao daerah.
Baca Juga : Sekda Lutim Buka Liga Pelajar, Ajang Lahirkan Bibit Unggul Sepak Bola
“Pemerintah Kabupaten Luwu Timur tentu menyambut baik kerja sama ini. Ini adalah peluang besar bagi petani kita, khususnya petani kakao, untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah sekaligus pendampingan dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil,” ujarnya.
Ramadhan juga menekankan pentingnya kemitraan dengan pihak swasta yang memiliki komitmen terhadap praktik agroforestri berkelanjutan.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan seperti PT Mars Symbioscience tidak hanya memberikan dukungan teknis, tetapi juga menjamin kepastian pasar bagi petani.
Baca Juga : Petani Laoli Tolak Santunan Lahan Proyek Nasional, Kirim Surat Keberatan ke Pemkab Luwu Timur
“Kami berharap program ini dapat berjalan optimal di Luwu Timur dan menjadi model pengembangan ekonomi hijau berbasis masyarakat yang berkelanjutan, sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan taraf hidup petani di sekitar kawasan hutan,” jelasnya. (diolah dari sumber: ikp-humas/kominfo-sp)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News