Munafri Turun Gunung ke Markas PSM, Alarm Kebangkitan Juku Eja Dibunyikan dari Kalegowa
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turun langsung ke markas PSM Makassar di Kalegowa, menyuntikkan semangat kebangkitan Juku Eja usai performa menurun di Super League 2025/2026.
Jejakfakta.com, GOWA – Senin petang di Stadion Kalegowa terasa berbeda. Di sela padatnya agenda pemerintahan, Munafri Arifuddin—atau akrab disapa Appi—hadir langsung menyapa para pemain PSM Makassar, membawa satu pesan tegas: tim kebanggaan Sulsel harus segera bangkit.
Bukan tanpa alasan Appi turun langsung. Hasil imbang 1-1 melawan Persis Solo di Stadion Gelora B.J. Habibie menjadi alarm keras. Ia menilai tim mulai kehilangan semangat juang.
“Kita seperti kehilangan roh bertanding, kehilangan semangat untuk menang,” tegasnya.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Tolak Pengadaan Mobil Dinas Baru, Pilih Gunakan Kendaraan Lama
Sebagai mantan CEO PSM, Appi bukan orang luar. Ia memahami betul denyut nadi tim, dari ruang ganti hingga tekanan di lapangan. Karena itu, kehadirannya bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk intervensi moral untuk membangkitkan mental pemain.
Ia bahkan mengaku telah berdiskusi langsung dengan manajemen, termasuk Sadikin Aksa, guna memastikan langkah konkret mengembalikan performa tim.
Appi menaruh harapan besar pada laga tandang melawan PSIM Yogyakarta. Menurutnya, pertandingan ini bisa menjadi titik balik sebelum kembali bermain di kandang.
Baca Juga : Dubes Finlandia Bahas Kerja Sama Infrastruktur Cerdas dengan Wali Kota Makassar
“Kalau momentum ini bisa kita dapatkan di Jogja, itu sangat penting,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya perubahan nyata—baik dari sisi strategi, manajerial, hingga kemungkinan penyegaran tim. Kondisi monoton, kata dia, justru bisa mematikan motivasi pemain.
Lebih dalam, Appi menyoroti pentingnya nilai lokal Bugis-Makassar, Siri’ na Pacce, sebagai fondasi mental bertanding.
Baca Juga : Munafri Tekankan Skill dan Keselamatan dalam Diklat Pelayaran di Makassar
Menurutnya, sepak bola bukan hanya soal taktik, tapi juga soal harga diri dan solidaritas.
“Mereka harus punya fighting spirit, punya Siri’ na Pacce,” tegasnya.
Appi menilai skuad PSM saat ini sejatinya kompetitif. Namun, dibutuhkan sentuhan taktik dan manajemen yang tepat agar permainan kolektif kembali hidup.
Baca Juga : Dapat Tambahan Kapal dari Pusat, Pemkot Makassar Siapkan Rute Transportasi Antar Pulau
Ia juga mendorong pelatih untuk menerapkan pola pressing sejak awal pertandingan, serta memastikan komposisi pemain yang benar-benar siap bertarung.
Menurunnya antusiasme suporter tak luput dari perhatian. Namun Appi optimistis, kemenangan akan menjadi magnet alami bagi kembalinya dukungan publik.
“Semakin banyak kemenangan, semakin banyak suporter datang,” katanya.
Baca Juga : Munafri Tegaskan SAKIP Bukan Formalitas, Kunci Wujudkan Pemerintahan Transparan dan Berdampak
Appi mengingatkan pengalaman PSM saat menghadapi masa sulit di era COVID-19. Saat itu, tim mampu keluar dari tekanan dengan langkah strategis dan solidaritas kuat.
Kini, ia berharap semangat yang sama kembali dihidupkan.
“Klub ini tidak pantas berada di posisi seperti ini. Kita bisa ke tempat yang lebih baik kalau kerja bersama,” tutupnya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News