CFD Boulevard Makassar Diserbu Ribuan Warga, UMKM Raup Cuan dan Ekonomi Rakyat Menggeliat

Kawasan Car Free Day (CFD) Boulevard di Kecamatan Panakkukang menjelma menjadi magnet baru, bukan hanya untuk olahraga dan rekreasi, tetapi juga sebagai pusat perputaran ekonomi yang melibatkan ratusan pelaku UMKM. @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Animo tinggi warga jadikan CFD Boulevard episentrum ekonomi baru, lebih dari 800 UMKM terlibat.

Jejakfakta.com, MAKASSAR – Denyut ekonomi rakyat di Kota Makassar terasa kian hidup setiap akhir pekan. Kawasan Car Free Day (CFD) Boulevard di Kecamatan Panakkukang menjelma menjadi magnet baru, bukan hanya untuk olahraga dan rekreasi, tetapi juga sebagai pusat perputaran ekonomi yang melibatkan ratusan pelaku UMKM.

Sejak pagi hari, ribuan warga memadati kawasan ini. Di antara aktivitas jogging, bersepeda, dan bersantai, deretan lapak kuliner, kerajinan, hingga jasa layanan dipenuhi pengunjung yang berburu produk lokal.

Camat Panakkukang, Syahril, yang turun langsung memantau aktivitas pada Minggu (12/4/2026), menyebut tingginya animo masyarakat dan pelaku usaha menjadi indikator positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

Baca Juga : Makassar Half Marathon 2026 Jadi Mesin Penggerak Ekonomi, Hotel Penuh dan UMKM Panen Rezeki

“Animo berdagang UMKM bertambah, dan masyarakat juga aktif berbelanja. Ini sangat bagus. Tapi kami tetap akan melakukan pembenahan dan penataan agar lebih optimal,” ujarnya.

Menurutnya, setiap Minggu pagi kawasan CFD Boulevard dipadati puluhan ribu warga dari berbagai wilayah. Kondisi ini mendorong perputaran uang yang signifikan, bahkan mencapai puluhan juta rupiah hanya dalam beberapa jam.

Data terbaru menunjukkan lebih dari 800 pelaku UMKM telah terdaftar sebagai tenant di kawasan tersebut. Meski jumlahnya fluktuatif setiap pekan, geliat aktivitas ekonomi tetap menunjukkan tren meningkat.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Finish 10K MHM 2026, Lebih dari 12 Ribu Pelari Ramaikan Losari

“Sekitar 800 lebih tenant terdata. Memang tidak semuanya hadir setiap minggu, tapi secara umum animo sangat tinggi, bahkan dibandingkan lokasi lain,” jelas Syahril.

Keberadaan CFD Boulevard dinilai memberikan ruang strategis bagi UMKM untuk berkembang tanpa terbebani biaya operasional tinggi. Di sisi lain, masyarakat mendapatkan akses mudah terhadap produk lokal dengan harga terjangkau.

Tak hanya soal ekonomi, kawasan ini juga menjadi ruang pelayanan publik. Pemerintah Kecamatan Panakkukang menghadirkan layanan kesehatan gratis melalui puskesmas secara bergilir, termasuk pemeriksaan kesehatan bagi pengunjung.

Baca Juga : Makassar Half Marathon 2026 Siap Digelar, 12.400 Pelari Diprediksi Gerakkan Ekonomi Kota hingga Miliaran Rupiah

“Ini bagian dari edukasi sekaligus pelayanan. Tadi dilaksanakan oleh Puskesmas Tamamaung,” tambahnya.

Selain itu, pemerintah kecamatan juga membuka peluang bagi pedagang yang terdampak penertiban di sejumlah titik, termasuk dari kawasan Pantai Losari, untuk berjualan di CFD Boulevard. Lapak lengkap dengan penomoran telah disiapkan guna memastikan keteraturan.

Syahril juga mengapresiasi kedisiplinan para pelaku usaha yang mulai tertata. Meski pengelolaan teknis telah dilimpahkan kepada pihak pengelola, pihak kecamatan tetap melakukan pengawasan dan pendampingan.

Baca Juga : Festival Keberkahan Kurban Bosowa Peduli Dibuka, Munafri Sebut Jadi Inspirasi Kolaborasi Sosial di Makassar

Ke depan, evaluasi akan terus dilakukan bersama pihak terkait, termasuk PD Parkir dan Dinas Perhubungan, terutama dalam penataan parkir yang masih menjadi perhatian.

“Ada beberapa hal yang perlu kami benahi, khususnya kendaraan yang mulai masuk dalam dua minggu terakhir. Ini jadi fokus penataan kami,” tegasnya.

Dengan sinergi lintas sektor dan pembenahan berkelanjutan, CFD Boulevard kini tidak hanya menjadi ruang publik, tetapi juga pilar penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Kota Makassar. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru