Permabudhi Makassar Gelar Dialog Budaya dan Kebangsaan

Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Makassar. Foto/Atri Jejakfakta

Dialog ini diadakan untuk semakin meningkatkan rasa kebangsaan kita dengan memahami berbagai budaya yang ada di tanah air kita.

Jejakfakta.com, Makassar - Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Makassar menggelar dialog budaya dan kebangsaan dengan tema "Imlek Dalam Kebhinekaan Agama & Budaya", Sabtu, 28 Januari 2023, di Baruga Anging Mamiri. 

Kegiatan yang dihadiri lebih dari 200 orang peserta yang berasal dari beragam latar belakang agama dan budaya ini nampak serius mendengarkan dialog yang menampilkan key speaker Ardian Cangianto, seorang pengamat budaya dan filosofi Tionghoa. 

Ketua Permabudhi Makassar, Suzanna dalam sambutannya mengatakan, dialog dilakukan untuk meningkatkan rasa kebangsaan dan saling memahami. 

Baca Juga : Cap Go Meh dan Ramadan Berpadu, Munafri Tekankan Jaga Toleransi Sebagai Kekuatan Utama

“Dialog ini diadakan untuk semakin meningkatkan rasa kebangsaan kita dengan memahami berbagai budaya yang ada di tanah air kita. Masih banyak yang menganggap bahwa perayaan Imlek itu hanya milik agama tertentu, padahal Imlek dirayakan oleh semua orang Tionghoa, agama apapun dia. Nah dengan lebih paham tentu kita akan semakin bisa menerima perbedaan yang ada." Ucap Suzanna sekaligus membuka acara dialog tersebut.

Permabudhi Makassar Gelar Dialog Budaya dan Kebangsaan.(Foto/Arti Jejakfakta)

Suzanna menambahkan, selain mengikuti dialog, peserta juga dapat berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang merupakan rangkaian dari acara. 

Baca Juga : Dukung Inovasi Lingkungan Munafri-Aliyah, Umat Buddha Launching Gerakan Bioberkah 1000 Pipa Biopori

"Kami juga menggelar kegiatan donor darah. Darah adalah simbol kemanusiaan. Jika seseorang membutuhkan darah, tidak penting asal darahnya dari mana yang penting cocok. Karena itu sekali menggelar kegiatan kita rangkaikan dengan kegiatan bermanfaat lainnya."

Adapun tokoh agama yang hadir sebagai narasumber pada kegiatan dialog yaitu H. Kwan John Adam Fu Ming (Muslim Tionghoa), Pendeta Hengky Tjia, Pastor Andreas Rusdyn Ugiwan, Pr, Pmy. Hemajayo Thio, dan Js. Erfan Sutono, S.Ft., Physio,. MH. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Atri Suryatri Abbas
Berita Terbaru