Wabup Puspawati Paparkan Keberhasilan “Kartu Sakti” Tekan Kemiskinan di Musrenbang Sulsel
Wabup Luwu Timur Puspawati Husler memaparkan keberhasilan program Tiga Kartu Sakti yang menekan angka kemiskinan dalam Musrenbang Tematik Sulsel 2027.
Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Wakil Bupati Luwu Timur, Hj. Puspawati Husler, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2027 di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (20/04/2026).
Dalam forum tersebut, Puspawati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mendukung transformasi penanggulangan kemiskinan yang terintegrasi dan inklusif.
Di hadapan Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Drs. H. Jufri Rahman, Wabup Puspawati menjelaskan bahwa tren kemiskinan di Luwu Timur terus menunjukkan penurunan signifikan berkat optimalisasi program unggulan daerah.
Baca Juga : Wabup Gowa Warning Pemangkasan Anggaran: Tren Turun Stunting dan Kemiskinan Bisa Terancam
“Melalui intervensi Tiga Kartu Sakti, kami berhasil menekan angka kemiskinan secara konsisten. Dari 6,58 persen pada tahun 2024, turun menjadi 5,79 persen pada 2025. Tahun 2026 ini, kami menargetkan penurunan lebih tajam di kisaran 5,10 persen hingga 5,34 persen,” ungkap Puspawati optimistis.
Puspawati menambahkan bahwa Luwu Timur tidak hanya mengejar penurunan angka kemiskinan, tetapi juga memastikan setiap bantuan memberikan dampak jangka panjang bagi kemandirian masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, dalam arahannya menekankan pentingnya peran Wakil Bupati dan Wakil Wali Kota selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD). Ia mengimbau agar para pimpinan daerah tidak hanya terpaku pada statistik, tetapi juga pada pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga : Kukuhkan DPAC Trinusa di Luwu Timur, Wabup Puspawati Dorong LSM Jadi Mitra Strategis Pembangunan
“Kita semua diharapkan mampu melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan penanggulangan kemiskinan yang berkeadilan, melampaui sekadar angka-angka administratif,” tegas Jufri Rahman.
Senada dengan hal tersebut, Plt. Kepala Bapelitbangda Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, menambahkan bahwa efektivitas penanganan kemiskinan sangat bergantung pada penciptaan lapangan kerja, ketahanan pangan, serta ketersediaan infrastruktur yang memadai.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Wakil Bupati/Wali Kota dan pimpinan OPD terkait se-Sulawesi Selatan guna merumuskan strategi kolektif menuju Sulawesi Selatan yang lebih sejahtera pada tahun 2027. (diolah dari sumber: ikp-humas/kominfo-sp)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News