Kerap Terjadi Kecelakaan, Warga Minta Ruas Jalan Hertasning Rusak dan Berlubang Segera Diperbaiki

JALAN RUSAK. Sejumlah titik di ruas jalan sepanjang Hertasning Makassar rusak dan berlubang, Minggu, (29/1/2023). @Jejakfakta/Samsir

Rata-rata pengendara yang jatuh di jalan karena ketidaktahuan pada titik mana jalan berlubang, apalagi musim hujan.

Jejakfakta.com, Makassar - Sejumlah titik di sepanjang jalan Aroepala atau biasa disebut jalan Hertasning Kota Makassar berlubang dan rusak parah. Warga menilai perbaikan yang dilakukan Dinas PUTR Sulsel itu tidak dijalankan secara serius.

Diketahui, sekitar dua minggu lalu Dinas PTUR Sulsel melakukan penanganan darurat dengan menambal jalan menggunakan paving fc-30. Namun, penanganan tersebut dinilai tidak serius, sebab baru beberapa hari digunakan jalan kembali rusak.

Masalah itu disampaikan Asri (50), juru parkir yang setiap hari menyaksikan pengendara yang melintasi jalan tersebut terganggu akibat jalan rusak. Bahkan tak sedikit kendaraan roda dua jatuh saat masuk ke lubang jalan.

Baca Juga : LBH Pers Makassar Desak Kasus Kekerasan Jurnalis Darwin Fatir Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan

"Kalau abal-abal cara kerjanya satu kali ji itu rusakmi," ujar Asri kepada Jejakfakta.com, Minggu (29/1/2023).

"Banyak orang terlempar (kecelakaan) kalau malam. Biasa tiba-tiba bunyi buukk (orang jatuh), terlempar hape-nya kan kasian. Tidak natauki kalau ada lubang. Dalamki itue,” tambahnya.

Jika ragu, Asri meminta kepada semua pihak yang berwenang untuk datang di malam hari menyaksikan pengendara yang jatuh akibat lubang tersebut.

Baca Juga : Diplomasi dari Makassar: Konselor Zhen Wangda Soroti Peluang Ekonomi Sulsel, Investasi Hijau hingga Isu Global

"Sinimaki kalau malam-malam kita saksikan ki bunyinya, aiiiih, buukk (orang jatuh kesakitan)," katanya.

Asri mengatakan, rata-rata pengendara yang jatuh di jalan karena ketidaktahuan pada titik mana jalan berlubang, apalagi musim hujan.

"Ndk natau ki (mana jalan berlubang)," terangnya.

Baca Juga : Aliyah Mustika dan IAS Satukan Semangat Kebersamaan di Jalan Sehat FKPPI–KBPP Polri Sulsel

Untuk mengantisipasi pengendara jatuh, Asri mematok tiang kecil pada jalan yang rusak dengan niat agar pengendara tidak melewati jalan tersebut. Selain itu, Asri kadang menimbung lubang dengan kerikil meski usaha tersebut tak bertahan lama.

“Lubang itu, yang ada di sana pakai kantong plastik, ini lagi biasa saya ambilkan kerikil,” katanya.


Baca Juga : Dekatkan Layanan ke Masyarakat, Tim Lontara+ Ramaikan CFD Makassar

Dalam pantauan jejakfakta.com di lokasi, terdapat beberapa titik jalan berlubang bahkan ada yang tertutup genangan air. Mulai dari perbatasan Kabupaten Gowa sampai ujung Jalan Hertasning - Pettarani. Jalan berlubang tersebut bisa membahayakan pengendara yang melintas.

Sejumlah pengendara motor dan mobil berhati-hati saat melintas dan berusaha menghindari jalan yang rusak, akibatnya terjadi perlambatan kendaraan yang melintas di jalan tersebut.

Reporter jejakfakta.com mencoba mengukur salah satu lubang dengan menggunakan kaki beralaskan sandal dan hasilnya lubang tersebut berada di atas tumit kurang lebih empat jari orang dewasa batasnya. Kemudian jika mengukurnya dengan mensejajarkan ban motor merk beat, dan hasilnya lubang tersebut mencapai bambu motor.

Baca Juga : Luwu Timur Tancap Gas ke Era Kendaraan Listrik, Gandeng Swasta Bangun Charging Station

Atas dasar tersebut, wajar jika ada pengendara yang akan terjatuh sepanjang jalan Hertasning, sebagaimana kesaksian Asri. Sebab jika ban depan menginjak lubang, motor bisa terpental. Apalagi jika pengendara motor dalam kecepatan tinggi.

Suaib, warga Pattalassang, Kabupaten Gowa yang setiap hari melewati jalan tersebut mengatakan, jalan rusak yang ada di ruas jalan Hertasning sudah lama, dan bahkan setiap hari terjebak macet.

"Macet tiap hari di jalan rusak yang ada di Hertasning. Itu sudah lama rusak," keluhnya.

Ia berharap agar jalan tersebut segera diperbaiki. Bahkan ia khawatir jika ada orang hamil yang melewati jalan rusak tersebut itu bisa berbahaya.

"Semoga secepatnya dibenahi, takutnya jika ada pengendara yang jatuh, apalagi jika itu orang hamil kasian," terangnya.

Hingga berita ini dimuat, jejakfakta.com belum mendapat konfirmasi dari Dinas PTUR Provinsi Sulawesi Selatan. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru