Bank Sulselbar Dorong Warga Sidrap Rencanakan Haji Sejak Dini, Gema Haji 2026 Jadi Momentum Literasi Keuangan Syariah
Bank Sulselbar Cabang Sidrap berhasil menghimpun lebih dari 1.100 pendaftar haji dan menjadi salah satu cabang terbaik di lingkungan Bank Sulselbar. Hingga April 2026, jumlah pendaftar telah mencapai lebih dari 780 jamaah.
Jejakfakta.com, SIDRAP – Bank Sulselbar terus mempertegas komitmennya dalam memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah melalui edukasi perencanaan ibadah haji sejak dini. Langkah ini diwujudkan lewat partisipasi aktif dalam kegiatan Gema Haji Sidrap 2026 yang digelar Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Saromase, Kompleks SKPD Sidrap tersebut menjadi bagian dari program edukasi nasional BPKH untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan dana haji, mekanisme pendaftaran, hingga pentingnya kesiapan finansial sebagai syarat istitha’ah dalam menunaikan ibadah haji.
Acara dikemas dalam bentuk sosialisasi dan sharing session dengan menghadirkan narasumber dari BPKH, perbankan syariah, serta pemangku kepentingan lainnya. Materi yang dibahas mencakup sistem pengelolaan keuangan haji yang transparan dan diawasi negara, alur pendaftaran, serta strategi menyiapkan biaya haji melalui instrumen syariah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati dan Wakil Bupati Sidenreng Rappang, perwakilan BPKH, Sekretaris Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sidenreng Rappang, jajaran pemerintah daerah, pimpinan Bank Sulselbar, tokoh agama, serta masyarakat umum.
Direktur Pemasaran & Syariah Bank Sulselbar, Dirhamsyah Kadir, menegaskan bahwa ibadah haji membutuhkan kesiapan yang menyeluruh, bukan hanya spiritual dan fisik.
“Ibadah haji tidak hanya menuntut kesiapan spiritual dan fisik, tetapi juga kesiapan finansial yang memadai, atau dalam syariat dikenal sebagai istitha’ah maliyah,” ujarnya.
Baca Juga : PKL Ditertibkan, Pemkot Makassar Siapkan Bantuan Modal KUR dan Lokasi Usaha Baru
Ia juga menyoroti tingginya minat masyarakat Indonesia untuk berhaji yang berdampak pada panjangnya daftar tunggu keberangkatan.
“Indonesia merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia. Tingginya animo masyarakat berdampak pada panjangnya masa tunggu keberangkatan,” lanjutnya.
Khusus di Kabupaten Sidenreng Rappang, masa tunggu haji saat ini mencapai sekitar 26 tahun.
Baca Juga : Bank Sulselbar Resmikan KCS Maros, Perkuat Ekonomi Syariah di Kawasan Strategis Mamminasata
“Jika terus menunda dengan alasan menunggu dana penuh atau usia lebih matang, maka pertanyaannya sederhana: kapan benar-benar siap berangkat?” tegas Dirhamsyah.
Ia mengajak masyarakat mengubah pola pikir bahwa berhaji tidak harus menunggu kaya raya.
“Haji tidak harus menunggu kita kaya raya. Dengan perencanaan yang baik, kita bisa memulainya dari kebiasaan sederhana, yakni menyisihkan dana secara konsisten, bukan menunggu sisa,” katanya.
Baca Juga : Bank Sulselbar Sabet Dua Penghargaan OJK, Bukti Literasi Syariah Kian Masif dan Digital
Dirhamsyah juga memastikan sistem pengelolaan dana haji saat ini berjalan aman dan kredibel karena diatur undang-undang serta diawasi lembaga resmi.
Sebagai mitra strategis layanan keuangan syariah, Bank Sulselbar menunjukkan kinerja positif. Sepanjang 2025, Bank Sulselbar Cabang Sidrap berhasil menghimpun lebih dari 1.100 pendaftar haji dan menjadi salah satu cabang terbaik di lingkungan Bank Sulselbar. Hingga April 2026, jumlah pendaftar telah mencapai lebih dari 780 jamaah.
Melalui Gema Haji Sidrap, Bank Sulselbar bersama BPKH dan Pemkab Sidrap mendorong masyarakat agar melihat ibadah haji bukan sekadar niat, tetapi perjalanan spiritual yang harus direncanakan secara matang sejak dini.
Baca Juga : Pemkab Pangkep Resmi Gunakan KKI, Dorong Transaksi Non Tunai
“Ibadah haji yang mabrur tidak lahir secara instan. Ia dimulai dari niat yang tulus, harta yang halal, serta perencanaan yang matang,” tutupnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum strategis memperkuat sinergi antar lembaga sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk merencanakan ibadah haji secara aman, terarah, dan sesuai prinsip syariah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News