Di Tengah Gempuran AI, Bupati Luwu Timur Tekankan Guru Tetap Jaga Nilai Lokal
Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengajak guru menguasai AI tanpa meninggalkan nilai lokal dalam seminar nasional PGRI di Sorowako.
Jejakfakta.com, LUWU TIMUR - Di saat kecerdasan buatan (AI) semakin mendominasi dunia pendidikan, Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengingatkan para guru untuk tidak kehilangan arah—teknologi boleh maju, tetapi nilai-nilai lokal tetap harus menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter generasi muda.
Hal ini disampaikan Irwan Bachri Syam, saat membuka Seminar dan Workshop Nasional yang digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Luwu Timur di Gedung Matano Player, Sorowako, Kecamatan Nuha, Rabu (06/05/2026).
Kegiatan bertema transformasi pembelajaran berbasis AI ini menjadi panggung refleksi bagi dunia pendidikan daerah: sejauh mana teknologi dapat diadopsi tanpa mengikis identitas budaya.
Irwan menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terjebak pada kecanggihan teknologi semata. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya bagaimana menguasai AI, tetapi bagaimana memastikan generasi muda tetap berakar pada nilai moral dan kearifan lokal.
“AI adalah alat, bukan tujuan. Yang utama adalah membentuk manusia yang berintegritas, berakhlak, dan mampu menggunakan teknologi secara bijak,” tegas Irwan.
Ia juga menyoroti pentingnya peran guru sebagai penjaga keseimbangan antara inovasi dan karakter. Guru, kata dia, harus mampu mengadaptasi teknologi pembelajaran modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya yang menjadi jati diri daerah.
Baca Juga : Bupati Irwan Ancam Potong TPP dan Putus Kontrak ASN yang Absen Salat Berjamaah
Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya sikap adaptif para pendidik di tengah perubahan yang cepat. Ia mendorong guru untuk terus meningkatkan kompetensi agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi.
Sementara itu, Ketua PGRI Sulawesi Selatan, Hasnawi Haris, menilai forum ini sebagai ruang strategis untuk memperkuat posisi guru dalam menghadapi era disrupsi.
Seminar yang berlangsung selama dua hari ini diikuti oleh perwakilan guru se-Kabupaten Luwu Timur, serta dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, termasuk DPRD, kepolisian, dan sektor industri seperti PT Vale Indonesia.
Baca Juga : Masuki Tahap Finishing, Bupati Luwu Timur Tinjau Progres RSUD I Lagaligo
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap transformasi digital di sektor pendidikan tidak hanya melahirkan generasi yang cakap teknologi, tetapi juga berkarakter kuat dan berbudaya. (diolah dari sumber: ikp-humas/kominfo-sp)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News