Sidrap Intensifkan PMT Pangan Lokal untuk Tekan Stunting, PKK dan Pemkab Bersinergi

Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, bersama Sekretaris TP PKK Sidrap, Saribulan, saat Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal di Rumah Gizi, Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Rabu (6/5/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Sidrap

Pemkab Sidrap bersama TP PKK memperkuat PMT berbasis pangan lokal di Rumah Gizi Pangkajene. Langkah ini jadi upaya percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor.

Jejakfakta.com, SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama Tim Penggerak PKK memperkuat intervensi gizi melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal. Strategi ini menjadi salah satu langkah percepatan penurunan angka stunting di Bumi Nene Mallomo dengan mengoptimalkan potensi pangan sekitar.

Sinergi tersebut tampak dalam kegiatan PMT yang dipimpin Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, bersama Sekretaris TP PKK Sidrap, Saribulan, di wilayah kerja UPT Puskesmas Pangkajene. Kegiatan dipusatkan di Rumah Gizi, Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Rabu (6/5/2026).

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sidrap, Nurkanaah menegaskan bahwa pemenuhan gizi anak tidak selalu bergantung pada makanan mahal.

Baca Juga : Munafri Resmikan SPPG Biringkanaya, Perluas Program Makan Bergizi Gratis

“Untuk hidup sehat tidak perlu mahal, cukup melengkapi gizinya. Apalagi bahan pangan lokal di sekitar kita sangat melimpah, seperti daun kelor, pisang, dan lainnya yang sangat bermanfaat,” ujarnya.

Program PMT ini menyasar balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Selain distribusi makanan bergizi, kegiatan juga diisi dengan aksi makan telur bersama serta pemberian telur kepada anak-anak sebagai upaya meningkatkan asupan protein hewani.

Kegiatan ini turut melibatkan Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, camat, tenaga kesehatan, hingga aparat kelurahan. Hadir pula Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Syahrul Mubarak, Camat Maritengngae Firman, serta Kepala Puskesmas Pangkajene.

Baca Juga : Pemkot Makassar dan Polrestabes Bangun Pusat Gizi Anak Lewat Program SPPG

Kolaborasi lintas sektor ini disebut menjadi fondasi utama dalam memperkuat intervensi penurunan stunting di tingkat desa dan kelurahan.

Yang menarik, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan “Janji Suci” oleh para orang tua. Melalui komitmen tersebut, orang tua berjanji untuk lebih memperhatikan asupan gizi anak, termasuk mendukung pemberian ASI eksklusif hingga usia enam bulan.

Langkah ini diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi penguat perubahan perilaku dalam pengasuhan anak di tingkat keluarga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru