Kecepatan Kereta Api Trans Sulawesi Capai 110 Kilometer per Jam

Gerbong kereta api di Sulsel. (Dok. Jejekfakta.com/Kemenhub RI)

KA Makassar-Parepare dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan di kawasan Sulawesi Selatan

Direktur Jenderal Perkretaapian Risal Wasal mengungkapkan, saat ini, kecepatan kereta pada layanan KA pertama di Sulawesi dapat mencapai 110 kilometer per jam. Dan di Sulawesi Selatan, sudah diujicoba terbatas dengan rute Pangkep-Maros sejak Oktober 2022.

"Kita terus lakukan penyempurnaan pembangunan serta pemadatan struktur tanah dan balas pada jalur KA ini menyebabkan peningkatan kecepatan ini dapat dilakukan pada ruas-ruas tertentu," ungkal Risal.

Dilansir dari laman Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Selasa (31/1), ada beberapa ruas jalur yang sudah memiliki batas kecepatan hingga 100 km/jam.

Baca Juga : Eksaminasi Publik Bongkar Dugaan Kekeliruan Fatal Putusan Buruh KIBA, Dinilai Ancam Hak Pekerja Nasional

Dengan adanya peningkatan kecepatan ini, waktu tempuh layanan KA Makassar-Parepare untuk lintas Maros-Garongkong dapat dipangkas menjadi 68 menit dari semula 86 menit. Di antaranya ruas KM 74 hingga KM 90 dan KM 18 hingga KM 44 pada segmen B dan segmen F.

"Peningkatan kecepatan ini akan terus bertambah seiring dengan penyempurnaan pembangunan jalur yang sedang kami lakukan sampai nanti betul-betul akan dioperasikan untuk melayani masyarakat," lanjut Risal.

Menurutnya, selain karena faktor pembangunan yang hampir rampung, pengoperasian KA dengan kecepatan sedang hingga tinggi tersebut dimungkinkan karena penggunaan jalur rel dengan lepar 1435 mm.

Baca Juga : Diskominfo Makassar Gandeng Apple Developer Academy, Perkuat Talenta Digital Mahasiswa

Karena lebar jalur ini berbeda dengan jalur KA di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera yang umumnya menggunakan lebar rel 1067 mm. "Dengan lebar jalur tersebut, kereta ini nantinya dapat melaju lebih cepat dan mengangkut muatan lebih banyak daripada kereta di Jawa," seru Risal.

Dia pun optimistis saat dioperasikan nanti, KA Makassar-Parepare dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan di kawasan Sulawesi Selatan.

Untuk mewujudkan optimisme tersebut, Risal menjelaskan bahwa DJKA telah melakukan beragam upaya. Antara lain, dengan mendorong pemanfaatan area stasiun untuk menunjang UMKM asli masyarakat setempat.

Baca Juga : Dekatkan Layanan ke Masyarakat, Tim Lontara+ Ramaikan CFD Makassar

"Mungkin ke depan di stasiun-stasiun ini akan ada kedai kopi, tempat nongkrong dan kuliner lokal, yang berasal dari UMKM yang sudah dikurasi," lanjut Risal.

Ini juga akan dilakukan integrasi moda transportasi pendukung untuk menghubungkan masing-masing stasiun dengan destinasi wisata di sekitarnya. 

Terlebih sepanjang jalur KA banyak terdapat destinasi wisata alam unggulan Sulawesi Selatan. Seperti misalnya Taman Geopark Karst Rammang-Rammang, dapat ditempuh tidak sampai 5 menit dari Stasiun Rammang-Rammang.

Baca Juga : Perempuan Desa Jadi Motor Perubahan, Save the Children Dorong Perlindungan Anak Berbasis Komunitas

Risal menjelaskan bahwa aspek keselamatan juga akan tetap menjadi prioritas dalam membangun jalur KA ini di samping peningkatan kecepatan dan penyempurnaan pembangunan. 

"Sudah kami buat agar sepanjang jalur ini tidak ada perlintasan sebidang, sehingga meminimalisir kemungkinan adanya insiden yang melibatkan perjalanan kereta api," pungkas Risal. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru