Bank Sulselbar Dukung Petani Selayar Lewat KUR, Potensi Jagung Tembus Rp54 Juta per Panen
Bank Sulselbar bersama Pemkab Kepulauan Selayar memperkuat akses KUR untuk petani jagung. Program ini dorong produktivitas dan potensi pendapatan hingga Rp54 juta per hektare.
Jejakfakta.com, SELAYAR — Akses pembiayaan menjadi kunci penting dalam menggerakkan sektor pertanian di Kepulauan Selayar. Melihat potensi besar budidaya jagung, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar kini menggandeng Bank Sulselbar Cabang Selayar untuk mempercepat akses modal bagi petani melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menjawab persoalan klasik yang selama ini dihadapi petani, yakni keterbatasan modal usaha di tahap awal produksi. Melalui skema ini, petani tidak hanya mendapatkan akses pembiayaan, tetapi juga diarahkan agar lebih produktif dan terstruktur dalam mengelola lahan jagung.
Kepala Dinas Pertanian Kepulauan Selayar, Al Amin, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memastikan petani benar-benar mendapatkan dukungan yang dibutuhkan, mulai dari infrastruktur lahan hingga sarana produksi.
Baca Juga : Tim Junior Binaan Bank Sulselbar FC Juara GEAS Sulsel 2026
“Selama ini banyak petani memiliki lahan, tetapi terkendala modal, bahkan untuk kebutuhan dasar seperti pagar lahan masih menjadi masalah. Dengan kerja sama ini, kami ingin memastikan akses pembiayaan lebih mudah dan tepat sasaran,” ujar Al Amin, dalam keterangannya, Jum'at (8/5/2026).
Dukungan Bank Sulselbar tidak diberikan dalam bentuk tunai, melainkan melalui penyaluran langsung kebutuhan pertanian seperti material pagar, pestisida, hingga perlengkapan budidaya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan dana KUR benar-benar digunakan sesuai peruntukan usaha tani.
Pimpinan Cabang Bank Sulselbar Selayar, Muh. Nasrum, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung program tersebut.
Baca Juga : Bank Sulselbar Gandeng UNM, Kolaborasi Strategis Cetak SDM Unggul dan Percepat Transformasi Digital Kampus
“Setelah ada rekomendasi dari dinas, kami langsung salurkan dalam bentuk kebutuhan pertanian. Ini agar benar-benar digunakan untuk mendukung usaha tani,” tegasnya.
Selain pembiayaan, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan lanjutan berupa bantuan bibit serta pendampingan intensif mulai dari proses tanam, perawatan, hingga masa panen.
Dari sisi ekonomi, budidaya jagung di Selayar dinilai sangat menjanjikan. Dalam satu hektare lahan, produksi bisa mencapai sekitar 10 ton. Dengan harga jual Rp5.400 per kilogram, petani berpotensi memperoleh pendapatan kotor hingga Rp54 juta per siklus panen sekitar tiga bulan.
Baca Juga : Pemkot Makassar Perkuat Sinergi TPAKD, Akses Pembiayaan Produktif UMKM Kian Diperluas
Meski biaya awal seperti pagar lahan dapat mencapai Rp7 juta hingga Rp12 juta per hektare, potensi keuntungan tetap dinilai signifikan dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
Melalui sinergi pemerintah daerah dan Bank Sulselbar ini, Selayar diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian jagung sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat pedesaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News