ASN Luwu Timur Masuk Komcad Sulsel 2026, 8 ASN Resmi Jadi Komponen Cadangan Pertahanan Negara
Delapan ASN Luwu Timur resmi ditetapkan sebagai Komponen Cadangan (Komcad) Sulsel 2026 usai mengikuti pelatihan 45 hari di Gowa. Bupati Luwu Timur hadir dalam penetapan di Makassar.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan peran aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya sebagai pelaksana administrasi pemerintahan, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan strategis pertahanan negara. Hal ini ditandai dengan keikutsertaan delapan ASN Luwu Timur dalam Penetapan Komponen Cadangan (Komcad) ASN Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 di Lapangan Karebosi, Makassar, Rabu (13/5/2026).
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, turut hadir dalam upacara tersebut yang dipimpin langsung Wakil Menteri Pertahanan RI, Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto selaku inspektur upacara.
Program Komcad ASN ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat sistem pertahanan semesta dengan melibatkan unsur sipil, termasuk ASN, sebagai wujud konkret implementasi bela negara di lingkungan birokrasi.
Sebanyak 500 peserta dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mengikuti pendidikan dan pelatihan Komcad selama 45 hari di Rindam XIV/Hasanuddin, Gowa, sejak 27 Maret hingga 13 Mei 2026. Dari Kabupaten Luwu Timur, delapan ASN dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan hingga resmi ditetapkan sebagai Komcad.
Prosesi penetapan berlangsung melalui pembacaan surat keputusan, pengambilan sumpah, hingga penyematan atribut Komcad berupa pangkat, medali, serta penyerahan sertifikat kelulusan oleh Wamenhan RI. Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Desa dan PDT, Gubernur Sulsel, Pangdam XIV/Hasanuddin, Kabacadnas Kemhan, Dirjen Pothan Kemhan, serta Kapolda Sulsel.
Dalam amanatnya, Wamenhan RI memberikan apresiasi atas dedikasi para peserta yang telah menjalani pelatihan dengan disiplin tinggi. Ia menegaskan bahwa Komcad merupakan bentuk nyata kontribusi warga negara dalam memperkuat pertahanan nasional.
Baca Juga : Hilirisasi Kakao Luwu Timur Menguat, Studi Kelayakan Pabrik Tomoni Tunjukkan Potensi Ekonomi Desa
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, kesiapsiagaan, serta menjadikan nilai-nilai bela negara sebagai karakter dalam kehidupan kerja maupun bermasyarakat.
Sementara itu, keikutsertaan ASN Luwu Timur dalam program ini dinilai sebagai langkah penguatan kapasitas aparatur daerah yang tidak hanya berfokus pada pelayanan publik, tetapi juga memiliki kesiapan dalam mendukung kepentingan negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News