Kolaborasi Jadi Kunci, Lutim Dorong Pelestarian Budaya sebagai Arah Pembangunan Berkelanjutan
Pemkab Luwu Timur menggelar Seminar dan Workshop Budaya untuk memperkuat kolaborasi pelestarian cagar budaya dan warisan budaya tak benda sebagai bagian pembangunan berkelanjutan.
Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Upaya pelestarian budaya di Kabupaten Luwu Timur kini tak lagi dipandang sekadar kegiatan seremonial, tetapi mulai diarahkan sebagai bagian penting dari strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berbasis identitas lokal.
Hal ini terlihat dalam pelaksanaan Seminar dan Workshop Budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Aula Sasana Praja Kantor Bupati Luwu Timur, Selasa (12/05/2026). Kegiatan tersebut dibuka oleh Staf Ahli Ekonomi dan Keuangan, Indra Fawzy, dan melibatkan pegiat seni, komunitas adat, perwakilan 11 kecamatan, serta sejumlah OPD terkait.
Dengan mengusung tema “Sinergi Pemerintah dan Masyarakat dalam Pelestarian Cagar Budaya dan Warisan Budaya Tak Benda”, forum ini menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem pelestarian budaya di daerah.
Baca Juga : Adat Jadi Perekat, Bupati Irwan Dorong Persatuan di Musyawarah Besar Padoe
Dalam sambutannya, Indra Fawzy menegaskan bahwa budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga modal sosial yang dapat memperkuat arah pembangunan daerah.
Ia menyoroti bahwa Luwu Timur memiliki kekayaan budaya yang luas, mulai dari tradisi lokal, seni pertunjukan, ritual adat, bahasa daerah, hingga cerita rakyat yang masih hidup di tengah masyarakat.
“Kebudayaan merupakan identitas dan jati diri bangsa. Di dalamnya terkandung nilai sejarah, kearifan lokal, serta pengetahuan yang harus kita jaga keberlangsungannya,” ujarnya.
Baca Juga : Dari Tarian hingga Drama Kolosal, Padoe Menyapa Zaman: Wabup Puspawati Ajak Generasi Muda Jaga Tradisi
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pelestarian cagar budaya dan warisan budaya tak benda tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, komunitas adat, akademisi, dan pegiat seni.
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, lanjutnya, berkomitmen menjadikan pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia dan penguatan karakter masyarakat menuju pembangunan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Selatan, Abdullah, S.S., M.Hum, serta akademisi Universitas Hasanuddin, Dr. Yadi Mulyadi, S.S., M.A., yang memberikan perspektif mengenai strategi perlindungan dan pengembangan warisan budaya di daerah.
Baca Juga : Semarak Budaya Padoe di Wasuponda, Wabup Puspawati Ajak Generasi Muda Jadi Penjaga Tradisi
Melalui forum ini, diharapkan lahir kesepahaman baru bahwa budaya tidak hanya untuk dilestarikan, tetapi juga dikembangkan sebagai identitas daerah yang mampu memperkuat daya tahan sosial dan arah pembangunan Luwu Timur ke depan. (diolah dari sumber: ikp-humas/kominfo-sp)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News