Disdik Makassar Perpanjang Simulasi SPMB 2026 hingga 21 Mei, Sekolah Diminta Segera Update Dapodik

Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, saat memberikan keterangan pers, Minggu (17/5/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Disdik Makassar meminta sekolah segera memperbarui data siswa dan memastikan NISN valid jelang SPMB 2026. Simulasi sistem Lontara+ diperpanjang hingga 21 Mei.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar mengingatkan seluruh sekolah SD dan SMP agar segera memperbarui data peserta didik melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) menjelang pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan seluruh data siswa, terutama Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), akun belajar.id, dan profil peserta didik, tercatat valid serta tersinkronisasi dengan sistem pusat Kementerian Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menegaskan bahwa validitas data menjadi fondasi utama agar proses pendaftaran SPMB berjalan lancar tanpa hambatan teknis.

Baca Juga : Pemkot Makassar Benahi Total SPMB 2026, Server Dipisah dan Aduan Dibuka Demi Cegah Kendala

“Data yang valid akan memastikan NISN peserta didik tercatat secara resmi dalam sistem SPMB 2026,” ujar Achi, Minggu (17/5/2026).

Ia meminta seluruh satuan pendidikan, khususnya operator sekolah, aktif melakukan sinkronisasi data secara berkala agar setiap pembaruan dapat langsung terintegrasi dengan sistem pusat.

Menurutnya, kesiapan data sejak awal akan sangat menentukan kelancaran proses seleksi berbasis digital yang tahun ini diperkuat melalui sistem Lontara+.

Baca Juga : ASN Makassar Ditantang Menulis Buku, Munafri Ingin Literasi Jadi Gerakan Bersama

Selain sekolah, orang tua siswa juga diminta lebih proaktif memastikan dokumen administrasi telah lengkap dan siap diunggah dalam format digital. Dokumen tersebut meliputi akta kelahiran, kartu keluarga, KTP orang tua, hingga ijazah atau surat keterangan lulus.

“Persiapan sejak awal sangat penting agar proses pendaftaran tidak terkendala,” tambahnya.

Disdik Makassar juga mengimbau masyarakat agar hanya mengakses informasi resmi melalui kanal digital Dinas Pendidikan, termasuk media sosial disdik.kotamksr, laman resmi, QR code informasi, serta grup Telegram layanan pengaduan dan pembaruan informasi SPMB 2026.

Baca Juga : Bantah Isu Rp10 Miliar Makan-Minum Wali Kota, Pemkot Makassar Sebut Itu Belanja Jamuan Kegiatan Pemerintahan

Sementara itu, Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, menjelaskan bahwa sistem SPMB Lontara+ menggunakan basis data NISN yang bersumber langsung dari Kementerian Pendidikan.

Karena itu, sekolah wajib memastikan seluruh data siswa telah dilaporkan melalui Dapodik agar dapat terbaca di sistem saat proses pendaftaran berlangsung.

“Kami telah melakukan penelusuran terkait kendala NISN yang tidak ditemukan saat proses pendaftaran. Data yang digunakan bersumber dari Kementerian Pendidikan,” jelas Gita.

Baca Juga : MIWF 2026 Jadi Panggung Anak Muda, Munafri Dorong MCH Cetak Talenta Kreatif Makassar

Pemkot Makassar saat ini juga tengah mengidentifikasi sekolah yang belum melakukan pembaruan data secara lengkap untuk segera didorong melakukan sinkronisasi.

Dalam simulasi SPMB yang berlangsung pada 13–14 Mei 2026, tim teknis masih menemukan sejumlah kendala, mulai dari NISN yang belum terbaca hingga kebingungan masyarakat terkait mekanisme login sistem.

Untuk mengakomodasi penyempurnaan sistem, masa simulasi SPMB jenjang TK, SD, dan SMP diperpanjang hingga 21 Mei 2026.

Baca Juga : 16 Lapak di Fasum Barawaja Dibongkar Mandiri

Menurut Gita, calon peserta didik yang NISN-nya telah terdaftar otomatis memperoleh akun berupa username dan password untuk masuk ke sistem. Sementara peserta yang belum terdaftar diwajibkan melakukan registrasi terlebih dahulu melalui formulir yang tersedia.

“Masih terdapat masyarakat yang belum memahami alur login. Karena itu, kami terus melakukan penyempurnaan agar sistem lebih mudah dipahami dan lebih human-centered,” ujarnya.

Pemkot Makassar juga melakukan penguatan infrastruktur digital dengan memisahkan server berdasarkan jenjang pendidikan untuk mengantisipasi lonjakan akses saat proses pendaftaran berlangsung.

Selain itu, uji ketahanan sistem telah dilakukan sebanyak tiga kali dengan simulasi beban pengguna lebih besar guna memastikan layanan tetap stabil selama tahapan SPMB berlangsung.

Pemerintah Kota Makassar berharap seluruh upaya tersebut dapat menghadirkan proses SPMB 2026 yang lebih transparan, akuntabel, inklusif, dan mudah diakses masyarakat. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru