Kendalikan Inflasi, Pemkot Makassar Bangun Tokomoditi

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto menjelaskan tentang Tokomoditi. (Dok. Jejakfakta.com/Humas Pemkot Makassar)

Tokomoditi adalah toko di kelurahan yang berfungsi sebagai outlet, sebagai upaya menyalurkan bahan pokok untuk menekan dan mengendalikan angka inflasi di Makassar.

Pemerintah Kota Makassar menggagas Tokomoditi untuk menampung dan menyalurkan komoditi yang dihasilkan dari bercocok tanam di lorong wisata (Longwis) seperti cabai dan bawang.

Tokomoditi adalah toko di kelurahan yang berfungsi sebagai outlet, sebagai upaya menyalurkan bahan pokok untuk menekan dan mengendalikan angka inflasi di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Hasil produksi di lorong wisata, milik kelompok wanita tani, atau kelompok wirausaha yang ada nanti dikumpulkan di kontainer milik semua kelurahan, yang dulu posko Covid-19. Itu yang kita jadikan Tokomoditi," sebut Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, Rabu (1/2).

Baca Juga : Munafri Gandeng Muhammadiyah, Dorong Solusi Sampah hingga Urban Farming Berbasis Warga

Semua produk dihasilkan dari lorong wisata. Hilirisasinya dari sana. "Jadi saya harap OPD (Organisasi perangkat daerah) terkait, untuk menjalin kerja sama agar distribusi lancar dan stok terjaga," lanjut Danny Pomanto.

Menurutnya, program ini akan menggunakan dana Biaya Tak Terduga (BTT) Pemkot Makassar yang masuk dalam program insidentil untuk menekan angka inflasi di Makassar.

Dia mengharapkan agar ada masing-masing penanggung jawab di Kontainer Makassar Recover. "Tugas lurah untuk menyampaikan ini," ucapnya.

Baca Juga : Pemkab Lutim Paparkan ETPD pada High Level Meeting TPID dan TP2DD

Kadis Perdagangan Makassar Arlin Ariesta mengatakan ada dua hal yang dilakukan Pemkot Makassar dalam pengendalian inflasi ini. Pertama, memaksimalkan pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah di semua posko Makassar Recover.

"Kedua menyiapkan kelompok usaha di kelurahan sebagai saluran distribusi komoditas bahan pokok berbasis kelurahan yang diistilahkan oleh wali kota sebagai Tokomoditi," kata Arlin. 

Pasar murah dan operasi pasar, dilakukan dengan memperhatikan tren fluktuasi harga bahan pokok yang mengalami kenaikan secara signifikan.

Baca Juga : Hadiri Pesta Panen, Bupati Irwan Pastikan Pengairan Permanen bagi Desa Tawakua

"Dari situ maka dilakukan intervensi penyaluran distribusi melalui posko Makassar Recover. Pasar murah itu dilakukan untuk mendorong daya beli masyarakat khususnya yang berpenghasilan rendah untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga murah. Sedangkan operasi pasar untuk intervensi harga naik dan ketersediaan pasokan," urai Arlin.

Tokomoditi merupakan wirausaha kelurahan yang akan bekerjasama dengan Bulog, distributor bahan pokok untuk menyalurkan dan menjual bahan pokok dengan harga standar pemerintah serta sebagai pusat penjualan komoditi dari lorong wisata terutama hasil gerakan menanam di Lorong Wisata. 

Saat ini ada beberapa bahan pokok yang telah dikoordinasikan yaitu beras, minyak goreng dan gula pasir yang mengalami kenaikan harga dan keterbatasan stok.

Baca Juga : Pemkab Luwu Timur Gandeng PT DDS Bangun Pabrik Pupuk Organik, Dorong Kesejahteraan Petani

"Diharapkan pula ini terus berlanjut, pengelola Tokomoditi ini didorong terus dalam berwirausaha melalui Dinas Koperasi dan UKM agar mereka mandiri. Berkembang sebagai kelompok wirausaha bersama," pungkas Arlin. (**)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru