Munafri-Aliyah Salat Idul Adha Bersama Ribuan Warga di Karebosi, Serukan Semangat Berbagi dan Kepedulian Sosial
Aliyah Mustika Ilham mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial dan semangat berbagi kepada sesama.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Ribuan warga memadati Lapangan Karebosi, Rabu pagi (27/5/2026), untuk melaksanakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah tingkat Kota Makassar. Suasana khidmat dan penuh kebersamaan terasa sejak pagi saat masyarakat dari berbagai penjuru kota berkumpul mengikuti ibadah hari raya kurban tersebut.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, hadir bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, serta Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, membaur bersama masyarakat mengikuti rangkaian Salat Idul Adha dengan penuh kekhusyukan.
Salat Idul Adha yang dimulai pukul 06.40 WITA berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan. Lapangan Karebosi tampak dipenuhi lautan jemaah yang datang bersama keluarga untuk merayakan momentum hari besar umat Islam tersebut.
Baca Juga : Pemkot Makassar Distribusikan 7.261 Sapi dan 402 Kambing Kurban, Munafri: Penyalurannya Harus Jujur dan Adil
Turut hadir unsur Forkopimda, Kapolrestabes Makassar, Dandim 1408/Makassar, jajaran SKPD Pemerintah Kota Makassar, tokoh agama, hingga mantan wali kota Makassar.
Pada pelaksanaan Salat Idul Adha tahun ini, khatib dipercayakan kepada Muhammad Ishaq Samad. Sementara imam salat dipimpin oleh Dwi Cahya Oktianto.
Dalam sambutannya, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa Hari Raya Idul Adha bukan sekadar momentum ibadah kurban, tetapi juga menjadi pengingat penting tentang nilai keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Baca Juga : Pasar Kubis Pindah ke Malengkeri, 400 Kendaraan Bongkar Muat Kini Terpusat
“Harapan kita pada Hari Raya Idul Adha ini adalah setiap pengorbanan dan ibadah kurban membawa keberkahan, meningkatkan ketakwaan, serta mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat,” ujar Munafri.
Wali kota yang akrab disapa Appi itu mengatakan, keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS harus menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menumbuhkan empati serta perhatian terhadap masyarakat sekitar.
“Pengorbanan seperti ini adalah bentuk bagaimana kita memberikan perhatian kepada masyarakat di sekitar kita. Ini juga menjadi pengingat bahwa ada perintah ketaatan yang harus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Baca Juga : Bandara Sultan Hasanuddin Jadi Etalase Pariwisata Sulsel, Pemkot Makassar Gandeng Angkasa Pura
Ia pun mengajak seluruh masyarakat Kota Makassar untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat kolaborasi demi mendukung pembangunan kota.
“Saya selalu mengajak seluruh masyarakat Kota Makassar untuk terus membangun kebersamaan, membangun kolaborasi bersama-sama, dan mendukung proses pembangunan yang ada di Kota Makassar,” katanya.
Sementara itu, Aliyah Mustika Ilham mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial dan semangat berbagi kepada sesama.
Baca Juga : Pemkot Makassar Kejar Lahan "Clear and Clean", Jembatan Barombong Siap Dibangun 2027
Menurutnya, nilai keikhlasan dan pengorbanan dalam Idul Adha harus terus dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
“Idul Adha bukan hanya tentang ibadah kurban, tetapi juga tentang bagaimana kita menumbuhkan rasa empati, memperkuat solidaritas, dan saling berbagi kepada sesama,” ujar Aliyah.
Ia berharap momentum Hari Raya Kurban dapat semakin mempererat persaudaraan serta menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat Kota Makassar.
Baca Juga : Kota Makassar Raih Penghargaan Hardiknas 2026, Munafri Tegaskan Tak Boleh Ada Anak Putus Sekolah
“Melalui Idul Adha, kita belajar tentang arti keikhlasan dan pengorbanan. Nilai-nilai ini penting untuk terus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News