Warga Asuli Terdampak Lingkungan PT Vale, WALHI Sulsel Minta Aktivitas Tambang di Area Kuari Dihentikan

Aktivitas tambang nikel PT Vale di sekitar pemikiman warga Desa Asuli, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur yang berdampak bagi lingkungan dan kesehatan. @Jejakfakta/Dok. WALHI Sulsel

WALHI Sulsel minta PT VALE Indonesia segera menghentikan sementara aktivitas tambang nikel di Desa Asuli, lalu menyelesaikan kewajibannya yakni memulihkan hak hidup masyarakat yang terdampak tambang nikel di area Kuari.

Jejakfakta.com, Luwu Timur - Masyarakat Desa Asuli, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur melakukan demonstrasi di jalan utama Malili-Sorowako, Rabu (1/2/2023).

Dalam aksinya, masyarakat menuntut PT Vale Indonesia menghentikan aktivitas tambang nikel di area Kuari, karena telah memberi dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

"Ini adalah perlawanan masyarakat di area Kuari terhadap tambang PT Vale," kata warga Desa Asuli dalam rekaman yang diterima Jejakfakta.com, Rabu (1/2/2023).

Baca Juga : GMTD Peringati Hari Hipertensi Sedunia, 120 Kantong Darah Terkumpul di Mall GTC Makassar

Puluhan masyarakat Asuli menutup jalan dan meneriakkan kekecewaan terhadap manajemen PT Vale Indonesia yang tak kunjung memenuhi janjinya untuk melindungi masyarakat dari dampak tambang nikel.

"Kau kasi makan ki debu dari atas, kami yang terdampak langsung. Kami minta hak kami tapi tidak pernah terealisasi. Longsor itu hari di sana lumpurnya sampai ke sini," teriak warga Kuari saat menggelar aksi di jalan.

"Bukan kalian yang tidur disini setiap malam. Coba bapak tinggal di area Kuari kalau anda mau rasakan tidur enak. Tidak!," tegasnya.

Baca Juga : Warga Tamalanrea Tolak PLTSa Dekat Permukiman, Desak Pemerintah Cari Lokasi Alternatif

Selain itu, masyarakat juga meminta PT Vale untuk bertanggung jawab atas kerusakan kebun merica masyarakat yang disebabkan oleh penambangan nikel.

"Apanya lagi minta bukti. Kebun, ada dibayar? Tidak ada. Kita bukan pengemis. Kami minta hak saja. Masa masyarakat dikasih bodoh bodoh," kata warga Asuli yang terdampak.

Warga mengaku pihak PT Vale tidak menepati janji kompensasi atas kerusakan kebun dan terdampak debu dan longsor akibat aktivitas tambang PT Vale tersebut.

Baca Juga : Banjir Lumpur di Ussu Terulang, WALHI Sulsel Desak Tambang Nikel PT PUL Dihentikan

"Na janji ki tanggal 23, sekarang tanggal 1 mi. Pembohong," katanya.


Sementara di tempat terpisah, Direktur WALHI Sulsel, Muhammad Al Amin, mengatakan bahwa protes masyarakat ini adalah akumulasi kemarahan warga yang sudah lama mereka pendam.

Baca Juga : Camat Se-Makassar Teken Komitmen Basmi Sampah, Terapkan Sanitary Landfill di TPA Antang

Menurun Al Amin, ketika pihaknya mengunjungi dan berdiskusi dengan masyarakat Desa Asuli, warga menceritakan bahwa kebun-kebun merica masyarakat sudah dirusak dan tanah-tanah yang sejak dulu dikelola masyarakat sedang ditambang oleh PT VALE Indonesia. Sementara, proses pemulihan hak dan perekonomian masyarakat belum dilakukan oleh PT VALE Indonesia.

Sehingga menurut kebijakan perlindungan sosial dan lingkungan internasional, PT Vale Indonesia yang merupakan perusahaan milik Kanada dan Jepang, telah mengabaikan kebijakan perlindungannya sendiri. Maka, wajar bila masyarakat marah dan melakukan aksi protes.

“Pada dasarnya apa yang dituntut masyarakat Asuli sudah tepat. Karena PT VALE Indonesia tidak menjalankan kebijakan internalnya yakni standar internasional tentang perlindungan lingkungan dan sosial, khususnya terhadap masyarakat disekitar lokasi tambangnya,” ujar Al Amin kepada Jejakfakta.com, Rabu (1/2/2023).

Baca Juga : 6 Bulan Pascatumpahan Minyak PT Vale, WALHI Ungkap Pencemaran Capai 19 Km dan Tuntut Akuntabilitas

Oleh karena itu, lanjut Al Amin, PT VALE Indonesia harus segera menghentikan sementara aktivitas tambang nikel di Desa Asuli, lalu menyelesaikan kewajibannya yakni memulihkan hak hidup masyarakat yang terdampak tambang nikel di area Kuari dan Ferrari hils.

"Kami menuntut PT VALE Indonesia dengan seluruh pemilik sahamnya untuk menghentikan aktivitas tambang nikel di Desa Asuli, lalu memulihkan kehidupan masyarakat terdampak, khususnya ekonomi masyarakat yang lahan kebun merica-nya ditambang oleh PT Vale,” tegas Al Amin.

Kemudian Amin juga meminta, agar perwakilan negara-negara pemegang saham PT Vale di Indonesia, seperti kedutaan besar Kanada dan Jepang untuk menjalankan kewajiban mereka untuk melindungi masyarakat lokal dari aktivitas bisnis perusahaan mereka.

“Agar protes masyarakat tidak mengarah ke konflik yang lebih besar, kami minta perwakilan negara perusahaan pemegang saham PT VALE Indonesia untuk turun tangan meminta perusahaan untuk menghentikan sementara aktivitas tambang dan pengolahan nikel di Sorowako, lalu memastikan kebijakan perlindungan terhadap masyarakat lokal, khususnya perempuan yang saat ini terdampak aktivitas tambang nikel dijalankan secara benar," ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru