Gowa Raih Penghargaan Kemendagri, Turunkan Stunting hingga 17 Persen dan Kantongi Insentif Rp1 Miliar

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, Penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting di Claro Hotel Kendari, Jumat (29/5/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Gowa

Pemkab Gowa meraih penghargaan Kemendagri Regional Sulawesi 2026 atas keberhasilan menurunkan stunting dari 21 persen menjadi 17 persen dan menekan angka kemiskinan menjadi 6,64 persen.

Jejakfakta.com, GOWA – Upaya serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dalam menekan angka stunting dan kemiskinan ekstrem berbuah apresiasi dari pemerintah pusat. Kabupaten Gowa berhasil meraih Penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, dalam acara yang berlangsung di Claro Hotel Kendari, Jumat (29/5).

Tak hanya membawa pulang predikat Juara III Regional Sulawesi, Pemkab Gowa juga memperoleh dana insentif sebesar Rp1 miliar sebagai bentuk apresiasi atas kinerja daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga : Salat Iduladha di RTH Syekh Yusuf, Bupati Gowa Ajak Warga Perkuat Kepedulian dan Persatuan

“Alhamdulillah Kabupaten Gowa berhasil meraih penghargaan di bidang penurunan kemiskinan dan stunting dengan meraih Juara III Tingkat Regional Sulawesi. Atas capaian ini, Pemerintah Kabupaten Gowa juga memperoleh dana insentif sebesar Rp1 miliar,” ujar Husniah.

Stunting Turun 4 Persen Berkat Program Intervensi Langsung

Keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari pembagian sembako hingga pemberian telur kepada keluarga penerima manfaat guna mendukung pemenuhan gizi anak.

Baca Juga : Tiga Ruas Jalan di Tinggimoncong Segera Diaspal, Bupati Gowa Bidik Pertanian dan Wisata Malino Makin Berkembang

Menurut Husniah, kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (SKPD), PKK, hingga berbagai elemen masyarakat menjadi kunci dalam percepatan penurunan stunting.

“Berkat seluruh program yang menyentuh langsung masyarakat dan kerja bersama, angka stunting di Kabupaten Gowa berhasil ditekan dari 21 persen menjadi 17 persen,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa persoalan stunting erat kaitannya dengan kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, strategi penanganan stunting harus berjalan seiring dengan upaya pengentasan kemiskinan.

Baca Juga : Penerima Bantuan Pangan di Bontomarannu Naik Tajam, Pemkab Gowa Kawal Validasi Data Warga

“Banyak keluarga yang belum mampu memenuhi kebutuhan gizi anak karena keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu, program penurunan stunting dan penurunan kemiskinan harus berjalan secara sinkron,” tambahnya.

Program Orang Tua Asuh Dorong Penurunan Kemiskinan

Di sisi lain, Pemkab Gowa juga mencatat capaian positif dalam menekan angka kemiskinan melalui Program Orang Tua Asuh, yang menjadi salah satu program unggulan dalam 100 hari pertama kepemimpinan Husniah bersama Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin.

Baca Juga : Pemkab Gowa dan Baznas Intervensi KME, Asmawati Dapat Bedah Rumah hingga Bantuan ZMart

Melalui program tersebut, pejabat eselon II dan III mendampingi keluarga miskin ekstrem serta keluarga yang berisiko stunting agar mampu meningkatkan taraf hidup dan kemandirian ekonomi.

Hasilnya, angka kemiskinan di Kabupaten Gowa berhasil turun dari 6,85 persen menjadi 6,64 persen.

“Melalui Program Orang Tua Asuh, kami membantu keluarga miskin ekstrem agar mampu keluar dari kondisi kemiskinannya, memiliki sumber pendapatan yang lebih baik, menjadi mandiri, serta mampu memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka,” kata Husniah.

Baca Juga : Pemkab Gowa Genjot MBG 3B, Wabup Tekankan Penanganan Stunting Harus Tepat Sasaran

Ia berharap penghargaan yang diraih menjadi motivasi untuk terus memperkuat berbagai program yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kemendagri: Daerah Harus Terus Berinovasi

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja terbaik pada sejumlah bidang strategis, yakni penanganan pengangguran, kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta creative financing.

“Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Tito. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru