HLH 2026: Ujung Pandang Angkut 108 Kilogram Sampah dari Laut Losari, Libatkan Warga hingga Pelajar

Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang turun langsung membersihkan laut dan pesisir Pantai Losari hingga Dermaga Kayu Bangkoa, dengan hasil mengangkut lebih dari 108 kilogram sampah dari kawasan perairan dan garis pantai, Sabtu (6/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkot Makassar

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Kecamatan Ujung Pandang mengangkut 108 kilogram sampah dari laut dan pesisir Pantai Losari hingga Dermaga Kayu Bangkoa. Aksi melibatkan warga, pelajar, dan Perahu Pattasaki.

Jejakfakta.com, MAKASSAR — Peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 di Kecamatan Ujung Pandang tidak sekadar seremoni. Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang turun langsung membersihkan laut dan pesisir Pantai Losari hingga Dermaga Kayu Bangkoa, dengan hasil mengangkut lebih dari 108 kilogram sampah dari kawasan perairan dan garis pantai, Sabtu (6/6/2026).

Aksi kolaboratif ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kelompok Pappalimbang Kelurahan Lae-Lae, KNPI Kecamatan Ujung Pandang, RT/RW, guru dan siswa SD Sudirman 3, hingga warga pesisir. Pemerintah kecamatan juga mengerahkan dua unit Perahu Pattasaki bersama personel satgas kebersihan untuk menyisir sampah yang mengapung di laut.

Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan pesisir dan laut yang selama ini menghadapi ancaman pencemaran, terutama dari sampah plastik.

Baca Juga : Produksi Sampah Capai 1.036 Ton per Hari, Pemkot Siapkan Reward dan Punishment untuk Dorong Perubahan Perilaku

“Momentum Hari Lingkungan Hidup 2026 ini, sesuai arahan Bapak Wali Kota, menjadi aksi nyata untuk memulihkan lingkungan,” ujar Nanin.

Menurutnya, pembersihan dilakukan di sepanjang kawasan pesisir mulai dari Anjungan Pantai Losari hingga Dermaga Kayu Bangkoa. Selain mengangkat sampah yang mengapung di laut menggunakan armada Pattasaki, satgas kecamatan dan kelurahan juga menyisir area pantai untuk membersihkan sampah yang berserakan.

Nanin menegaskan, kegiatan ini bertujuan menjaga kebersihan lingkungan pesisir, mencegah pencemaran laut, menyelamatkan ekosistem biota laut, sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kota Makassar.

Baca Juga : Aliyah Mustika Ilham Dorong Kolaborasi Antarkota Tangani Krisis Sampah di Raker APEKSI Komwil VI

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menyelamatkan ekosistem laut dari bahaya sampah plastik dan menjaga kesehatan manusia yang bergantung pada rantai makanan laut,” katanya.

Hasil pembersihan menunjukkan volume sampah yang masih cukup tinggi di kawasan pesisir. Dari total lebih dari 108 kilogram sampah yang berhasil dikumpulkan, Kelurahan Bulogading menyumbang jumlah terbesar dengan 52 kilogram, disusul Kelurahan Maloku sebanyak 42,22 kilogram dan Kelurahan Losari 13,8 kilogram.

Selain aksi bersih-bersih, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Nanin mengingatkan bahwa sampah yang dibuang ke drainase, got, kanal maupun saluran air pada akhirnya akan bermuara ke laut dan mencemari kawasan pesisir, termasuk Pantai Losari yang menjadi ikon wisata Kota Makassar.

Baca Juga : Kecamatan Ujung Pandang Gerak Cepat Bersihkan Sampah di Pantai Losari Makassar

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama ke badan air.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut, saluran air, got, kanal maupun drainase. Sampah yang dibuang ke sana pada akhirnya akan bermuara ke pantai dan mencemari lingkungan. Mari bersama-sama menjaga kebersihan laut dan pesisir demi lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” tutupnya. (rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru