Forum Penataan Ruang Gowa Jadi Benteng Ketahanan Pangan, Pemkab Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian
Forum Penataan Ruang Kabupaten Gowa memperkuat ketahanan pangan melalui perlindungan lahan pertanian, pemutakhiran data spasial, dan kepastian pemanfaatan ruang berkelanjutan.
Jejakfakta.com, GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa menegaskan komitmennya menjaga ketahanan pangan dan kepastian pemanfaatan lahan melalui Forum Penataan Ruang Kabupaten Gowa yang digelar di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Selasa (9/6/2026).
Forum yang dipimpin Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, itu menjadi wadah strategis untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah dengan perlindungan lahan pertanian produktif serta tata ruang yang berkelanjutan.
Sejumlah agenda penting dibahas dalam forum tersebut, mulai dari pemutakhiran dan validasi sebaran Lahan Baku Sawah (LBS), penetapan Kawasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), penetapan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B), hingga tindak lanjut kerja sama antara Pemkab Gowa, KPK, dan ATR/BPN dalam penyelenggaraan penataan ruang dan pertanahan.
Baca Juga : Pemkab Gowa Pertahankan Tradisi Transparansi, Raih Opini WTP Ke-14 dari BPK RI
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengatakan forum tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan pembangunan daerah berjalan sejalan dengan prinsip tata ruang yang tertib dan berkelanjutan.
"Forum ini menjadi langkah penting untuk memastikan setiap kebijakan pembangunan daerah berjalan selaras dengan tata ruang yang tertib dan berkelanjutan sekaligus wadah koordinasi agar tetap sejalan dengan prinsip penataan ruang yang berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Husniah, pemutakhiran data dan penetapan kawasan pertanian yang dilakukan akan menjadi fondasi dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan perlindungan lahan produktif di Kabupaten Gowa.
Baca Juga : Bupati Gowa Sambut Haru Kepulangan 386 Jemaah Haji Kloter 5, Satu Jamaah Wafat di Tanah Suci
Ia berharap forum tersebut menghasilkan rekomendasi dan tindak lanjut yang jelas sehingga setiap kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data akurat dan sesuai regulasi.
"Kami berharap pembahasan yang dilakukan dapat menghasilkan rekomendasi dan langkah tindak lanjut yang jelas, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar didasarkan pada data yang akurat, sesuai regulasi, dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan," katanya.
Husniah menegaskan, keputusan yang lahir dari forum ini tidak hanya berdampak pada tata ruang, tetapi juga menentukan masa depan ketahanan pangan, iklim investasi, dan kesejahteraan masyarakat Gowa.
Baca Juga : Husniah Talenrang Datangi BBPJN Sulsel, Pastikan Usulan Jalan Prioritas Gowa Masuk Program Nasional
"Prinsip kehati-hatian harus menjadi perhatian bersama karena keputusan yang diambil hari ini akan menentukan arah pemanfaatan ruang serta mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Gowa di masa depan," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Gowa, Aksara Alif Raja, mengungkapkan bahwa sinergi antara Pemkab Gowa dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) terus diperkuat melalui berbagai program strategis.
Ia menyebut Kabupaten Gowa saat ini terpilih sebagai pilot project pemetaan yang diharapkan mampu mempercepat penyediaan data spasial yang akurat guna mendukung pembangunan daerah.
Baca Juga : Bupati Gowa Kerahkan 654 Personel Satpol PP, Fokus Jaga Wilayah dari Narkoba dan Geng Motor
"Sinkronisasi data Nomor Objek Pajak (NOP) dan Nomor Identitas Bidang (NIB) ini adalah peluang besar untuk meningkatkan pendapatan daerah secara efektif. Dengan data yang terintegrasi, potensi pajak dapat teridentifikasi lebih akurat tanpa harus membebani masyarakat melalui kenaikan tarif pajak," ungkap Aksara.
Menurutnya, integrasi data pertanahan dan perpajakan tidak hanya meningkatkan efektivitas pendapatan daerah, tetapi juga memperkuat tata kelola aset daerah dan memberikan kepastian hukum terhadap bidang-bidang tanah yang ada di Kabupaten Gowa.
Melalui forum ini, Pemkab Gowa mendorong terwujudnya perencanaan ruang yang lebih terintegrasi, berbasis data, serta mampu memberikan kepastian bagi sektor pertanian, investasi, dan pembangunan wilayah yang berkelanjutan.
Baca Juga : Pemprov Sulsel Kucurkan Rp1 Miliar untuk RSUD Syekh Yusuf, Pemulihan Pascakebakaran Dipercepat
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, serta sejumlah pimpinan SKPD lingkup Pemkab Gowa. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News