Bupati Luwu Timur Kukuhkan Bunda Literasi Kecamatan dan Desa, Tekankan Gerakan Nyata Literasi

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat menghadiri Sosialisasi Literasi Masyarakat di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Malili, Selasa (9/6/2026). @Jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam menghadiri pengukuhan Bunda Literasi kecamatan dan desa. Ia menegaskan literasi harus menjadi gerakan nyata, bukan sekadar seremoni.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat gerakan literasi hingga tingkat akar rumput. Hal ini ditandai dengan pengukuhan Bunda Literasi kecamatan dan desa se-Kabupaten Luwu Timur yang disaksikan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dalam rangkaian Sosialisasi Literasi Masyarakat di Aula Sasana Praja, Kantor Bupati Malili, Selasa (9/6/2026).

Pengukuhan tersebut dilakukan oleh Bunda Literasi Kabupaten Luwu Timur, dr. Ani Nurbani Irwan, sebagai bagian dari upaya memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam membangun budaya membaca sejak dini.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi seremoni kelembagaan, tetapi juga dirangkaikan dengan Lomba Membaca Nyaring PKK Tahun 2026 yang digelar TP PKK bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Luwu Timur.

Baca Juga : Bupati Luwu Timur Resmikan Yuai Lab & Clinic di Malili, Akses Kesehatan Makin Dekat

Dalam sambutannya, Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan bahwa gerakan literasi harus diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar formalitas kegiatan.

“Gerakan literasi jangan hanya berhenti di seremoni. Kita harus menjadi penggerak yang benar-benar mengimplementasikan literasi, baik di keluarga maupun lingkungan sekitar, termasuk di sekolah-sekolah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti tantangan era digital yang semakin kuat, terutama dalam penggunaan gawai oleh anak-anak. Menurutnya, peran orang tua, khususnya ibu, menjadi kunci dalam membangun kebiasaan literasi yang sehat.

Baca Juga : Bupati Luwu Timur Launching 6 Proyek Inovasi PKN II LAN 2026, Dorong Transformasi Digital

“Penggunaan gadget harus bijak. Di sinilah peran ibu-ibu untuk memberikan edukasi yang tepat kepada anak-anak,” ujarnya.

Bupati Irwan juga mendorong para Bunda Literasi di kecamatan dan desa untuk menghadirkan program yang lebih aktif dan menyentuh langsung dunia pendidikan, terutama sekolah-sekolah di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Luwu Timur, dr. Ani Nurbani Irwan, menegaskan bahwa Bunda Literasi memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi dari lingkup paling dasar, yaitu keluarga.

Baca Juga : Rakor TP PKK Sulsel–Lutim Tekankan Penguatan Peran Keluarga hingga Penanganan Stunting

“Dari pengukuhan ini saya berharap lahir komitmen bersama untuk memperkuat gerakan literasi dari keluarga, karena keluarga adalah sekolah pertama dan utama bagi anak-anak kita,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh Bunda Literasi yang baru dikukuhkan untuk menjadi motor penggerak berbagai kegiatan literasi di lingkungan masing-masing.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Nasaruddin, serta dihadiri para dewan juri lomba membaca nyaring. (diolah dari sumber: ikp-humas/kominfo-sp)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Penulis : Samsir
Berita Terbaru