DWP Luwu Timur Tanamkan Budaya Pilah Sampah Lewat Pembelajaran Interaktif di TK Al Muhajirin
DWP Luwu Timur melalui program DWP Mengajar mengedukasi siswa TK Al Muhajirin tentang pemilahan sampah sejak dini dengan metode interaktif dan kolaborasi Dinas Lingkungan Hidup.
Jejakfakta.com, LUWU TIMUR - Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Luwu Timur memperkuat peran pendidikan keluarga dan sekolah dalam membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini. Melalui program “DWP Mengajar”, organisasi ini menghadirkan pendekatan edukasi lingkungan langsung ke ruang kelas anak usia dini.
Kegiatan bertema “Ayo Pilah Sampah Sejak Dini” tersebut digelar di Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, tepatnya di TK Al Muhajirin, pada Kamis (11/06/2026), dengan melibatkan sekitar 75 peserta.
Berbeda dari pola sosialisasi konvensional, kegiatan ini menekankan pembelajaran berbasis praktik. Anak-anak tidak hanya dikenalkan pada konsep sampah organik dan anorganik, tetapi juga diajak langsung memilah sampah menggunakan alat peraga sederhana dan metode bermain edukatif.
Baca Juga : DWP dan Pokja Bunda PAUD Gowa Bangun Karakter Anak lewat Gerakan Dongeng Literasi
Ketua DWP Luwu Timur, Herni Ramadhan, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk kebiasaan, bukan sekadar pemahaman.
“Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini agar peduli lingkungan menjadi kebiasaan yang melekat hingga dewasa. Mereka belajar mengenal jenis sampah dan cara memilahnya dengan benar,” ujarnya.
Program ini juga melibatkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu Timur, Esti Purwaningsih, yang memberikan penguatan materi terkait pengelolaan sampah dan dampaknya terhadap lingkungan.
Baca Juga : Pesta Siaga Perdana di Gowa, 448 Siswa SD Ditempa Jadi Generasi Berkarakter Sejak Dini
Ketua Bidang Pendidikan DWP Luwu Timur, Andi Riwayati, menjelaskan bahwa pemilihan TK Al Muhajirin sebagai sekolah binaan didasarkan pada komitmen sekolah dalam membangun budaya disiplin dan kebersihan.
“Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti di sekolah saja, tetapi juga terbawa ke rumah dan lingkungan keluarga,” jelasnya.
Pendekatan ini menempatkan sekolah sebagai titik awal perubahan perilaku lingkungan. Dengan metode pembelajaran yang interaktif, anak-anak diajak memahami bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi dapat dikelola dan dipilah sejak awal.
Baca Juga : Perempuan Lutim Perkuat Peran, DWP Gaungkan Semangat Kartini Lewat Halal Bihalal Virtual
Program “DWP Mengajar” menjadi salah satu upaya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga karakter dan kepedulian lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News