Janji Kampanye Munafri-Aliyah Terbukti, Pete-pete Laut Gratis Layani Warga Kepulauan Makassar
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meresmikan Pete-pete Laut gratis untuk melayani warga Kepulauan Sangkarrang. Program ini menjadi realisasi janji kampanye dan mendukung akses pendidikan, kesehatan, serta ekonomi masyarakat pulau.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Janji kampanye Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham mulai dibuktikan. Warga Kepulauan Sangkarrang kini resmi menikmati layanan transportasi laut gratis melalui program "Pete-pete Laut" yang mulai beroperasi menghubungkan sejumlah pulau terluar di Kota Makassar.
Program yang menjadi salah satu unggulan pasangan Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham saat Pilkada 2024 itu ditandai dengan soft launching KM Banawa Nusantara 27 di Dermaga Pulau Barrang Lompo, Jumat (12/6/2026).
Selama bertahun-tahun, akses transportasi menjadi persoalan utama masyarakat kepulauan. Pelajar, guru, tenaga kesehatan hingga warga yang hendak mengurus berbagai kebutuhan harus mengeluarkan biaya tambahan dan bergantung pada transportasi laut yang terbatas.
Baca Juga : Munafri Pastikan Investasi PSEL di Makassar Taat Hukum, Keselamatan dan Kesehatan Warga Jadi Prioritas
Kini, melalui Pete-pete Laut, Pemerintah Kota Makassar menghadirkan layanan transportasi publik laut yang beroperasi secara terjadwal dan tanpa biaya.
"Hari ini kita melakukan peluncuran awal sebuah program yang menjadi solusi bagi kondisi masyarakat Kepulauan Sangkarrang," kata Munafri Arifuddin saat meresmikan layanan tersebut.
Menurut Appi, kehadiran Pete-pete Laut bukan sekadar penyediaan moda transportasi, tetapi juga bagian dari upaya menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kepulauan.
Baca Juga : Bersama Wali Kota Tinjau TPA Tamangapa, Menteri LH Puji Kinerja Munafri Benahi TPA
"Setiap perjalanan kapal ini tidak dipungut biaya. Tidak ada tarif yang ditentukan. Semuanya gratis untuk masyarakat yang ada di pulau-pulau," tegasnya.
KM Banawa Nusantara 27 akan melayani rute Pulau Barrang Lompo, Pulau Bone Tambu, Pulau Lumu-Lumu, Pulau Langkai hingga pulau terluar lainnya sebelum kembali ke Barrang Lompo.
Program ini diprioritaskan untuk mendukung mobilitas pelajar, tenaga kesehatan, guru, dan masyarakat umum yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Baca Juga : Dubes Singapura Temui Wali Kota Makassar, Bahas Kolaborasi Pelatihan ASN hingga Masyarakat
Appi menegaskan, pulau-pulau yang berada di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang merupakan bagian tak terpisahkan dari Kota Makassar sehingga harus mendapatkan pelayanan publik yang sama dengan wilayah daratan.
"Saya ingin memastikan dengan hadirnya Pete-pete Laut, akses masyarakat menjadi lebih mudah. Pemerintah juga bisa lebih dekat melihat dan menjangkau pulau-pulau yang kita miliki," ujarnya.
Meski baru menggunakan satu armada, Pemkot Makassar berencana menambah dua hingga tiga kapal lagi setelah melakukan evaluasi kebutuhan operasional masyarakat kepulauan.
Baca Juga : Munafri Paparkan Peta Jalan Pengelolaan Sampah Makassar, TPA Berbenah dan PSEL Bertransisi ke Perpres 109
Selain kemudahan akses, aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Munafri meminta seluruh standar keamanan pelayaran dipenuhi, termasuk ketersediaan life jacket bagi setiap penumpang dan sistem komunikasi kapal yang berfungsi optimal selama perjalanan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Makassar Muhammad Rheza menjelaskan layanan Pete-pete Laut akan beroperasi rutin setiap hari Senin dan diberikan secara gratis kepada seluruh warga kepulauan.
"Program ini lahir dari kepedulian Bapak Wali Kota untuk menjawab kebutuhan masyarakat kepulauan. Alhamdulillah, dengan memanfaatkan anggaran operasional yang sudah ada, program ini bisa diwujudkan," ujarnya.
Baca Juga : Munafri Dampingi Zulkifli Hasan Monitoring Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Untia
Kehadiran Pete-pete Laut menjadi langkah awal Pemkot Makassar menghadirkan sistem transportasi publik laut yang terintegrasi bagi masyarakat pulau sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.
Dengan beroperasinya layanan ini, warga kepulauan tidak lagi sekadar mendengar janji pembangunan. Mereka kini merasakan langsung hadirnya layanan publik yang memperpendek jarak antara pulau-pulau terluar dengan pusat pelayanan di Kota Makassar. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News