Tak Kenal Libur, BPBD Makassar Bersihkan Gunungan Sampah di Kanal Kandea, Usulkan Komunitas Pecinta Kanal
BPBD Makassar tetap bekerja saat hari libur dengan membersihkan tumpukan sampah di Kanal Kandea. BPBD juga mengusulkan pembentukan Komunitas Pecinta Kanal untuk mengawasi dan menjaga kebersihan saluran air.
Jejakfakta.com, MAKASSAR — Saat sebagian besar warga menikmati hari libur, puluhan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar justru turun ke kanal. Dengan menggunakan perahu, mereka menyisir dan mengangkut tumpukan sampah yang mengapung di Kanal Kandea, Kecamatan Tallo, Selasa (16/6/2026).
Aksi bersih-bersih ini menjadi bukti bahwa persoalan sampah dan ancaman lingkungan tidak mengenal hari libur. Pemerintah Kota Makassar melalui BPBD pun menunjukkan keseriusannya menjaga fungsi kanal sebagai saluran drainase sekaligus menjaga estetika kota.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan pihaknya menerjunkan personel bersama armada perahu untuk mengangkat sampah yang menumpuk di sepanjang aliran kanal.
Baca Juga : Wali Kota Makassar Pastikan Korban Kebakaran Tallo Tak Terabaikan, Fokus pada Pemulihan 90 KK
"Personel kami turun langsung menggunakan perahu untuk mengangkut sampah yang menumpuk dan mengapung di sepanjang aliran kanal," ujar Fadli.
BPBD bersama tim gabungan dari kecamatan melakukan pembersihan mulai dari depan Perumahan Grand Apple hingga kawasan SD di Jalan Al-Markaz. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan pimpinan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan saluran air dan mencegah penyumbatan.
"Kami bergerak sesuai arahan pimpinan, sehingga BPBD membantu kecamatan melakukan pembersihan kanal," jelasnya.
Baca Juga : BPBD Makassar Daftarkan SIGAP PESISIR ke IGA 2026, Pangkas Waktu Respons Bencana dari 90 Menit Jadi 15 Menit
Menurut Fadli, sampah yang ditemukan didominasi sampah rumah tangga yang terbawa arus dari wilayah hulu, yakni Kecamatan Bontoala, menuju hilir di Kecamatan Tallo. Akibatnya, terjadi penumpukan di sejumlah titik, khususnya di kawasan perbatasan kedua kecamatan tersebut.
Meski bertepatan dengan hari libur, BPBD tetap menerjunkan sekitar 20 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memastikan kanal tetap bersih dan aliran air berjalan lancar.
"Meski hari libur, personel tetap kami siagakan. Sekitar 20 anggota Tim Reaksi Cepat turun langsung ke lapangan untuk membersihkan kanal," tuturnya.
Baca Juga : BPBD Makassar Gandeng 23 Kampus Cetak 23 Ribu Relawan Kebencanaan, Perkuat Respons Darat, Laut, dan Pesisir
"Ini merupakan bagian dari upaya pencegahan agar aliran air tetap lancar dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kemudian hari," sambung Fadli.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa persoalan sampah di kanal tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi faktor utama untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke saluran air.
Karena itu, BPBD mendorong pemasangan barrier atau penahan sampah di sejumlah titik strategis agar sampah yang terbawa arus dapat lebih mudah dikendalikan sebelum menyebar ke wilayah lain.
Baca Juga : Makassar Bersiap Tinggalkan Pola Buang Sampah Lama, TPA Tamangapa Mulai Fokus Terima Residu
Tak hanya itu, Fadli juga menggagas pembentukan Komunitas Pecinta Kanal (KPK) di sepanjang wilayah kanal, khususnya di kawasan perbatasan antar kecamatan. Komunitas tersebut nantinya bertugas mengawasi kebersihan kanal, memberikan edukasi kepada masyarakat, dan bergerak bersama BPBD dalam menjaga saluran air.
"Jadi, perlu pembentukan KPK (Komunitas Pecinta Kanal). Tugas mereka dibantu BPBD membersihkan dan memantau sampah di kanal. Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama untuk mengatasi persoalan sampah di kanal," tegasnya.
Fadli menambahkan, sebagian besar sampah yang ditemukan berasal dari kawasan pasar dan permukiman di wilayah hulu. Oleh sebab itu, upaya menjaga kebersihan kanal harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari hulu hingga hilir.
Baca Juga : PDAM Makassar Pastikan Layanan Air Masih Aman, Prediksi 30 Hari Disebut Skenario Kemarau Ekstrem
"Kalau tidak bisa ikut membersihkan, minimal jangan mengotori. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar kanal tetap bersih, aliran air lancar, dan lingkungan tetap sehat," pungkasnya. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News