167 Mahasantri Gowa Diwisuda, Program Satu Desa Satu Hafiz Cetak Sarjana Qurani Berprestasi
Sebanyak 167 Mahasantri Kabupaten Gowa diwisuda sebagai sarjana Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir. Program Satu Desa Satu Hafiz terbukti sukses mencetak generasi Qurani berprestasi, 136 di antaranya meraih predikat cumlaude.
Jejakfakta.com, GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa kembali memetik hasil dari salah satu program unggulannya di bidang pendidikan dan keagamaan. Sebanyak 167 Mahasantri Kabupaten Gowa resmi diwisuda sebagai lulusan Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, sebuah capaian yang menjadi bukti nyata keberhasilan Program Satu Desa/Kelurahan Satu Hafiz Al-Qur'an.
Tak hanya berhasil menyandang gelar sarjana, mayoritas lulusan juga mencatatkan prestasi akademik membanggakan. Sebanyak 136 orang meraih predikat cumlaude, sementara 31 lainnya lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan masa studi rata-rata 3 tahun 10 bulan.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, mengaku bangga dan terharu menyaksikan keberhasilan para mahasantri tersebut. Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal pengabdian bagi masyarakat.
Baca Juga : Mahasiswa Makassar Gaungkan “Reformasi Jilid II”, Soroti Harga BBM hingga Anggaran Pendidikan
"Seorang ibu tentu merasa bahagia ketika melihat anaknya memperoleh gelar akademik. Namun, kebahagiaan itu akan menjadi lebih sempurna jika ilmu yang diperoleh mampu memberikan manfaat, menolong sesama, menjaga kehormatan keluarga, serta menjadi cahaya bagi masyarakat dan daerahnya," ujar Husniah saat menghadiri Ramah Tamah Wisudawan/Wisudawati ke-118 dan 119 Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar di Hotel Claro Makassar, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, keberhasilan 167 mahasantri tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, serta doa yang terus mengiringi perjalanan mereka selama menempuh pendidikan.
"Alhamdulillah, capaian ini menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Gowa dan seluruh masyarakat. Namun, amanah ini harus diwujudkan melalui pengabdian nyata di tengah masyarakat," katanya.
Baca Juga : Bupati Husniah Talenrang Turun Langsung Pastikan Pelayanan Kesehatan Menjangkau Masyarakat
Husniah menegaskan, Program Mahasantri yang mulai dijalankan sejak 2022 merupakan investasi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Gowa dalam membangun sumber daya manusia yang religius, berakhlak, dan memiliki kemampuan akademik yang kuat.
"Program Mahasantri bukan sekadar memberikan kesempatan memperoleh gelar sarjana. Lebih dari itu, program ini membentuk manusia secara utuh. Mereka tidak hanya menghafal Al-Qur'an, tetapi juga memahami maknanya, mendalami ilmu tafsir, mengembangkan kemampuan berpikir, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat," jelasnya.
Ia pun berpesan agar para lulusan tidak ragu kembali ke desa dan kelurahannya masing-masing untuk mengabdi.
Baca Juga : Forum Penataan Ruang Gowa Jadi Benteng Ketahanan Pangan, Pemkab Perkuat Perlindungan Lahan Pertanian
"Jangan malu kembali mengabdi di kampung halaman. Masyarakat membutuhkan pemikiran, energi, dan kepedulian kalian. Jadilah sarjana yang mampu mendengar, memahami persoalan, dan bekerja bersama masyarakat," pesannya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar, Prof Muhaemin Latif, menyebut Program Mahasantri sebagai salah satu bentuk kolaborasi yang berhasil antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Menurutnya, pada Wisuda Angkatan ke-118 dan 119, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat meluluskan 347 wisudawan dan wisudawati, menjadikannya fakultas dengan jumlah lulusan terbanyak dari delapan fakultas di UIN Alauddin Makassar.
Baca Juga : Pemkab Gowa Pertahankan Tradisi Transparansi, Raih Opini WTP Ke-14 dari BPK RI
"Selamat kepada seluruh ananda yang telah sampai pada titik ini. Khusus Mahasantri Kabupaten Gowa, sebanyak 81,44 persen berhasil meraih predikat cumlaude. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa," ujarnya.
Ia menambahkan, hampir seluruh mahasantri juga telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur'an. Karena itu, keberadaan mereka dinilai menjadi aset penting bagi Kabupaten Gowa dalam memperkuat literasi Al-Qur'an hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
"Jika diberdayakan secara maksimal, mereka akan menjadi kekuatan besar dalam membangun masyarakat yang religius dan berilmu," katanya.
Baca Juga : Bupati Gowa Sambut Haru Kepulangan 386 Jemaah Haji Kloter 5, Satu Jamaah Wafat di Tanah Suci
Salah seorang mahasantri yang juga menjadi lulusan terbaik di jurusannya, Adzkiya Inas, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan dengan IPK 3,94 dan predikat cumlaude.
"Alhamdulillah, saya bahagia dan tidak menyangka bisa sampai pada tahap ini. Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gowa yang telah menghadirkan program ini sehingga kami bisa meraih gelar sarjana agama," ungkapnya.
Ia berharap ilmu yang diperolehnya dapat memberikan manfaat luas dan menjadi bekal untuk mengabdi bagi pembangunan daerah. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News