Percepat Status Nasional, Bupati Luwu Timur Lobi Badan Geologi untuk Geopark Matano

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama im Percepatan Penyusunan Dokumen Pengusulan Geopark Matano (TP2D-GM), termasuk Kepala Dinas Kominfo-SP sekaligus Ketua TP2D-GM Andi Tabacina Akhmad, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Muhammad Safaat DP, serta tim teknis lainnya, saat mengunjungi Badan Geologi Kementerian ESDM di Bandung, Rabu (17/06/2026). @jejakfakta/dok. Humas Pemkab Lutim

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam bertemu Badan Geologi ESDM di Bandung untuk mempercepat penetapan Geopark Matano sebagai Geopark Nasional melalui penguatan Geoheritage dan dokumen teknis.

Jejakfakta.com, LUWU TIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus tancap gas mempercepat penetapan Geopark Matano sebagai Geopark Nasional. Langkah strategis terbaru dilakukan langsung melalui audiensi Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dengan Badan Geologi Kementerian ESDM di Bandung, Rabu (17/06/2026).

Pertemuan tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam upaya pengusulan Geopark Matano, khususnya dalam mempercepat penetapan keragaman geologi (geodiversity) kawasan Matano sebagai Warisan Geologi (Geoheritage)—syarat utama menuju status Geopark Nasional.

Bupati Irwan hadir bersama Tim Percepatan Penyusunan Dokumen Pengusulan Geopark Matano (TP2D-GM), termasuk Kepala Dinas Kominfo-SP sekaligus Ketua TP2D-GM Andi Tabacina Akhmad, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Muhammad Safaat DP, serta tim teknis lainnya.

Baca Juga : Kabid PPKL DLH Luwu Timur Esti Purwaningsih Apresiasi PM WTC Raih Kalpataru Adya 2026

Rombongan Pemkab Luwu Timur diterima langsung oleh Kepala Badan Geologi, Dr. Lana Saria, S.Si., M.Si., didampingi Kepala Pusat Survei Geologi Edy Slameto beserta jajaran teknis.

Dalam pertemuan itu, Bupati Irwan menegaskan bahwa penetapan Geoheritage Matano bukan sekadar formalitas administratif, melainkan fondasi utama dalam penyusunan Rencana Induk Geopark Matano.

“Penetapan Warisan Geologi ini sangat krusial karena menjadi landasan hukum utama dalam penyusunan Rencana Induk Geopark Matano. Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai kaidah dan percepatan bisa dilakukan,” ujar Irwan.

Baca Juga : Bupati Cup III Luwu Timur Resmi Dibuka, Jadi Ajang Pembinaan Atlet Tenis Berprestasi

Ia menambahkan, Pemkab Luwu Timur berkomitmen memenuhi seluruh persyaratan agar Geopark Matano segera mendapatkan pengakuan nasional, sekaligus menjadi instrumen penting dalam konservasi alam, edukasi kebumian, dan pengembangan ekonomi masyarakat.

Masukan Teknis untuk Perkuat Dokumen Geopark

Kepala Badan Geologi, Dr. Lana Saria, memberikan sejumlah catatan teknis untuk menyempurnakan dokumen usulan Geopark Matano. Di antaranya penyajian peta geopark yang lebih informatif, termasuk aksesibilitas seperti bandara, pelabuhan, dan infrastruktur pendukung.

Baca Juga : 268 Petugas Sensus Ekonomi 2026 Siap Turun, Pemkab Lutim Siapkan Reward untuk Petugas Terbaik

Selain itu, Badan Geologi juga menekankan pentingnya penyempurnaan peta geologi normatif, penamaan geosite yang lebih representatif, serta pendataan titik-titik daya tarik (interesting places) yang dapat memperkuat narasi dan promosi kawasan.

Lana Saria juga menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pengusulan Geopark Matano, termasuk membantu proses verifikasi dan penyelesaian Surat Keputusan (SK) penetapan Warisan Geologi yang saat ini masih dalam tahap finalisasi.

Dukungan ini menjadi angin segar bagi Pemkab Luwu Timur yang tengah berpacu melengkapi seluruh tahapan menuju status Geopark Nasional.

Baca Juga : Bupati Luwu Timur Resmikan Yuai Lab & Clinic di Malili, Akses Kesehatan Makin Dekat

Belajar dari Museum Geologi Bandung

Usai audiensi, Bupati Irwan bersama rombongan menyempatkan diri mengunjungi Museum Geologi Bandung. Kunjungan ini dimanfaatkan untuk melihat langsung koleksi dan pengelolaan informasi geologi sebagai referensi pengembangan Geopark Matano ke depan.

Dari kunjungan tersebut, Pemkab Luwu Timur berharap Geopark Matano tidak hanya menjadi kawasan konservasi, tetapi juga berkembang sebagai pusat edukasi, penelitian, dan destinasi wisata berkelanjutan yang memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. (diolah dari sumber: ikp-humas/kominfo-sp)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru