Makassar Dorong Perlindungan Kesehatan Purnabakti, UHC Hampir 100 Persen Jadi Bukti Kekuatan JKN
Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menegaskan komitmen perlindungan kesehatan purnabakti melalui JKN. Capaian UHC Kota Makassar mencapai 99,81 persen melalui sinergi BPJS Kesehatan dan PWRI.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya dalam memperkuat perlindungan kesehatan bagi kelompok purnabakti melalui penguatan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang kini telah mencapai cakupan hampir universal di wilayah kota.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menekankan bahwa para pensiunan merupakan kelompok yang harus mendapatkan perhatian berkelanjutan dalam layanan kesehatan.
“Para purnabakti adalah sosok yang telah memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan daerah. Sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan mereka tetap mendapatkan perlindungan kesehatan yang layak, mudah diakses, dan berkelanjutan melalui Program JKN,” ujarnya.
Baca Juga : Bawaslu Sulsel Dorong Konsolidasi Demokrasi di Masa Non Tahapan: “Pengawasan Tidak Boleh Berhenti”
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Sinergi dan Kolaborasi (SERASI) Program JKN bersama Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) yang digelar oleh BPJS Kesehatan di Claro Hotel & Convention Makassar, Kamis (18/6).
Kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran PWRI dan BPJS Kesehatan serta perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Kesehatan.
Mengusung tema “Merawat Pengabdian, Menguatkan Perlindungan: Sehat di Masa Purna Bakti, Bahagia Bersama JKN”, forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memastikan keberlanjutan perlindungan kesehatan bagi lansia dan pensiunan.
Baca Juga : Munafri Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Garda Terdepan Layanan Kesehatan
Ketua Umum PWRI, Dr. Setyanto P. Santoso, menyebut JKN sebagai simbol gotong royong nasional yang menjaga keberlanjutan layanan kesehatan bagi para purnabakti.
Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menegaskan bahwa PWRI memiliki peran strategis dalam edukasi dan penguatan literasi kepesertaan JKN.
“PWRI merupakan mitra strategis BPJS Kesehatan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait hak dan kewajiban sebagai peserta JKN,” ujarnya.
Baca Juga : Soroti Pengunduran Diri Ratusan Kepala Sekolah di Sulsel, Ombudsman Minta Pemprov Transparan
Dalam forum tersebut, BPJS Kesehatan mengungkap capaian Universal Health Coverage (UHC) di Sulawesi Selatan yang telah mencapai 99,17 persen, sementara Kota Makassar mencatat angka lebih tinggi yakni 99,81 persen atau sekitar 1,4 juta jiwa peserta JKN.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Makassar, Ahmad Asyarie, menyebut capaian tersebut sebagai bukti kuatnya kolaborasi pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan.
“Sekitar 82 persen peserta berstatus aktif. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin baik, meskipun ada dinamika mobilitas penduduk di Kota Makassar,” jelasnya.
Baca Juga : Makassar Bidik Juara Nasional, Aliyah Mustika Ilham Pimpin Persiapan Kelurahan Berprestasi 2026
Kegiatan SERASI JKN turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk jajaran BPJS Kesehatan, PWRI, dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Acara ditutup dengan penyerahan plakat sebagai simbol penguatan sinergi dalam menjaga keberlanjutan perlindungan kesehatan nasional. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News