Wali Kota Makassar–BKKBN Sulsel Perkuat Kolaborasi Tekan Stunting, Fokus Intervensi Berbasis Data hingga Tingkat Keluarga
Pemkot Makassar dan BKKBN Sulsel memperkuat kolaborasi penanganan stunting melalui intervensi berbasis data, pemberdayaan keluarga, dan program berkelanjutan hingga tingkat rumah tangga.
Jejakfakta.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat kolaborasi dalam percepatan penanganan stunting yang dinilai masih menjadi tantangan serius pembangunan manusia.
Hal itu mengemuka saat Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Fatmawati, bersama jajaran di Balai Kota Makassar, Senin (22/06/2026).
Kunjungan tersebut menjadi momentum konsolidasi awal kepemimpinan baru BKKBN Sulsel sekaligus mempertegas arah sinergi program pembangunan keluarga antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
Baca Juga : Kepada 369 Kepsek, Munafri Tegaskan Tak Boleh Ada Kecurangan SPMB dan Pungutan Perpisahan
Fatmawati menegaskan, kerja sama lintas sektor menjadi kunci utama dalam memperkuat efektivitas program Kemendukbangga/BKKBN, terutama dalam upaya pencegahan stunting yang harus dimulai dari hulu.
Ia menyebut, berbagai program pembangunan keluarga akan terus dijalankan melalui pendekatan kolaboratif agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan, terutama dalam menyiapkan generasi berkualitas menyongsong bonus demografi.
“Kami punya banyak program dan terus mengedepankan kolaborasi, termasuk dalam penanganan stunting bersama pemerintah daerah,” ujarnya.
Baca Juga : Lantik 369 Kepsek, Munafri-Aliyah Minta Kepala Sekolah Jadi Teladan dan Jaga Integritas
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut baik penguatan sinergi tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh program pembangunan keluarga di Kota Makassar harus terintegrasi melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta perangkat daerah terkait.
Namun demikian, ia menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah percepatan penurunan stunting dengan pendekatan yang lebih terukur dan berbasis data hingga tingkat keluarga.
“Stunting ini musuh besar kita. Semua sumber daya harus diarahkan untuk memastikan penanganannya berjalan maksimal,” tegasnya.
Baca Juga : Makassar Jadi Panggung Diplomasi Dunia, 28 Negara Dijamu Lewat Kuliner hingga Peluang Investasi
Munafri juga menyoroti pentingnya intervensi yang tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga faktor ekonomi keluarga, lingkungan, sanitasi, dan pola asuh anak.
Menurutnya, penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh dengan memastikan setiap keluarga berisiko mendapatkan pendampingan berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat.
“Yang kita butuhkan adalah program yang berkelanjutan, sampai keluarga benar-benar keluar dari risiko stunting,” tambahnya.
Baca Juga : Munafri Sambut Sekolah Unggulan Berasrama di Gedung MULO, Siap Sinergi dengan Disdik Sulsel
Selain intervensi kesehatan, Pemkot Makassar juga memperkuat program pemberdayaan ekonomi keluarga sebagai bagian dari strategi menekan angka stunting.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan urban farming, pemanfaatan lahan pekarangan, hingga program pengurangan beban pengeluaran rumah tangga.
“Kalau belum bisa menambah penghasilan secara langsung, kita harus membantu mengurangi beban masyarakat agar daya beli dan kesejahteraan keluarga tetap terjaga,” jelas Munafri.
Baca Juga : Munafri Raih Pengakuan Dunia, Program RISE Antar Makassar Raih WRI Ross Center Prize 2025–2026
Kolaborasi Pemkot Makassar dan BKKBN Sulsel ini diharapkan mampu memperkuat model penanganan stunting yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berbasis data, sekaligus menjadi penggerak utama peningkatan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Selatan. (rls)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News