Bupati Pangkep Resmikan Program TIBER, Warga Dapat Rp5.000 per Ekor Tikus untuk Cegah Leptospirosis

Peresmian program TIBER berlangsung di Kampung Majannang, Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, pada Rabu (24/6/2026).

Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas, dan partisipasi aktif warga, target lingkungan yang bersih dari tikus dan bebas penyakit berbasis lingkungan diyakini dapat segera terwujud.

Jejakfakta.com - PANGKEP - Pemerintah Kabupaten Pangkep bersama Pemerintah Desa Bulu Cindea dan Puskesmas Bowong Cindea meluncurkan program inovatif bertajuk Tikus Berhadiah (TIBER) sebagai langkah strategis menekan penyebaran penyakit Leptospirosis di wilayah setempat. Peresmian program berlangsung di Kampung Majannang, Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro, pada Rabu (24/6/2026).

Program berbasis insentif ini memberikan hadiah Rp5.000 per ekor tikus yang berhasil ditangkap dan diserahkan dalam kondisi utuh oleh warga. Langkah ini diharapkan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengendalian populasi tikus sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, yang hadir langsung meresmikan program, menegaskan bahwa ancaman Leptospirosis tidak boleh dianggap remeh. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menyebar melalui urine tikus ini dapat menimbulkan dampak kesehatan serius jika tidak ditangani sejak dini.

Baca Juga : Wagub Sulsel Tinjau Pulau Sabutung, Dorong Kesehatan, UMKM, dan Perlindungan Perempuan-Anak

"Leptospirosis ini tidak boleh dianggap remeh. Penyakit akibat kencing tikus bisa menyerang ginjal, menyebabkan perdarahan pada paru-paru, bahkan berujung pada kematian," ujar Yusran dalam sambutannya.

Ia menjelaskan bahwa pemberian insentif bukan sekadar imbalan, tetapi juga bentuk ajakan kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga sanitasi lingkungan. "Melalui program ini, masyarakat diajak menangkap tikus dengan insentif Rp5.000 per ekor. Tujuannya bukan hanya mengurangi populasi tikus, tetapi juga mewujudkan sanitasi lingkungan yang bersih dan sehat sehingga masyarakat bisa hidup lebih sehat," tambahnya.

Kepala Desa Bulu Cindea, Made Ali, mengungkapkan bahwa rendahnya partisipasi masyarakat selama ini menjadi kendala utama dalam upaya pengendalian tikus. Karena itu, pendekatan berbasis insentif dipilih sebagai solusi untuk memberdayakan warga sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif.

Baca Juga : Deklarasi Kampung Bebas Narkoba di Pangkep, Bupati dan Kapolres Teken Komitmen Bersama

"Warga yang berhasil menangkap dan menyerahkan tikus dalam kondisi utuh akan menerima penghargaan sebesar Rp5.000 per ekor. Insentif ini khusus diberikan untuk tikus yang ditangkap di wilayah Desa Bulu Cindea," jelas Made Ali.

Ia berharap program ini dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Pangkep dalam menghadapi masalah kesehatan berbasis lingkungan.

Acara peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Pangkep didampingi Kapolres Pangkep AKBP Muhammad Husni dan sejumlah pejabat terkait. Pada momen yang sama, pemerintah desa juga menyerahkan 130 unit alat penangkap tikus kepada masyarakat sebagai sarana pendukung pelaksanaan program.

Baca Juga : BKMT Pangkep Gelar Tausiyah dan Doa Bersama Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah

Di tengah semarak peluncuran TIBER, Pemerintah Desa Bulu Cindea juga menyalurkan sejumlah bantuan sosial kepada warga, antara lain:

· Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa periode April–Juni,

· Insentif bagi kader Posyandu dan kader KPM,

Baca Juga : UPP Maccini Baji Terbitkan 120 E-Pas Kecil Gratis untuk Nelayan Pulau Balang Lompo

· 16 unit tandon air bersih,

· 20 unit pompa air untuk mendukung kebutuhan sanitasi dan pertanian warga.

Pemerintah Kabupaten Pangkep berharap Program TIBER dapat menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan dalam menekan risiko penyebaran Leptospirosis, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas, dan partisipasi aktif warga, target lingkungan yang bersih dari tikus dan bebas penyakit berbasis lingkungan diyakini dapat segera terwujud.

Baca Juga : BPS Pangkep Terjunkan 315 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Bupati Tekankan Akurasi Data

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terbaru